Yoga Setiawan Kritisi Musrenbang Di Kecamatan Weru

Yoga Setiawan Kritisi Musrenbang Di Kecamatan Weru

511
0
BERBAGI
Suasana Musrenbang di Kecamatan Weru yang dihadiri anggota DPRD Kabupaten Cirebon Yoga Setiawan.

CIREBON (R) – Pemerintah Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Perencanaan Pembanguanan (musrembang)  tingkat Kecamatan Weru Tahun 2020, Selasa (11/2/2020).

Hadir dalam acara itu, Camat Weru H. Teguh Supriadi, muspika Kecamatan Weru, perwakilan dari beberapa dinas Kabupaten Cirebon, para kuwu se-kecamatan Weru, beberapa anggota DPRD Kabupaten Cirebon serta tamu undangan lainnya.

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Yoga Setiawan mengatakan, ada beberapa poin yang di dapat dalam kegiatan musrembang tersebut. Menurutnya poin yang terpenting adalah asas kebersamaannya.

“Disini saya sedikit mengkritisi, musrenbang ini masih kurang matang. Kaitannya terkait pra musrembang mungkin sedikit miss komunikasi. Sehingga tadi pada saat pelaksanaan, ada sedikit saling berebut usulan pembangunannya,” terang Yoga.

Dia mengatakan, terkait pelaksanaan musrembang tingkat kecamatan khususnya daerah pemilihan 1 Kabupaten Cirebon, dari 5 Kecamatan baru Kecamatan Dukupuntang dan Weru saja yang sudah melaksanakan. Sedangkan untuk kecamatan lainnya, Yoga mengatakan, selanjutnya akan di agendakan dalam tahapan berikutnya.

“Pelaksanaan musrembang untuk dapil 1  Kecamatan Dukupuntang, alhamdulillah tinggal kita kawal. Pagu anggarannya juga sudah kita terima, tinggal realisasinya saja. Untuk kali ini adalah Kecamatan Weru. Itu juga sama akan kita kawal. Sehingga apa yang sudah dimusrembangkan, betul – betul teralisasi,” jelasnya.

Yoga juga menghimbau, untuk seluruh perangkat desa, kuwu maupun camat bisa lebih menguatkan komunikasi untuk menanggulangi berbagai persoalan yang terjadi di wilayah Kecamatan. Terutama soal penanggulangan bencana alam dan kemanusian.

“Kami berharap, usulan – usulan yang ada dalam pra musrembang dan dimasukkan dalam musrembang ini betul – betul terealisasikan. Saya juga menghimbau untuk para kuwu, agar menggunakan dengan benar dan hati-hati dalam menggunakan anggaran desa. Baik anggaran daerah maupun pusat agar tidak menimbulkan permasalahan hukum dikemudian hari,” pungkasnya.

Sementara itu Kasi Ekbang Kecamatan Weru, Saepudin mengatakan, kegiatan musrembang merupakan salah satu wadah untuk menampung aspirasi atau usulan-usulan masyarakat yang berkaitan dengan rencana pembangunan tahun anggaran 2021.

“Intinya menampung usulan – usulan atau aspirasi masyarakat melalui kuwu, perihal rencana pembangunan. Nanti di dalamnya di sesuaikan dengan pagu anggaran yang sudah ditetapkan pemerintah daerah yaitu untuk kecamatan Weru sebesar Rp. 2.590.400.000. yang disesuaikan baik untuk fisik, sosial dan budaya serta untuk ekonomi,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, sebelum pelaksanaan musrembang, pihaknya telah melaksanakan pra musrenbang terlebih dahulu. Namun menurutnya, dari deadline waktu antara pra musrembang dengan musrembang terlalu berdekatan, sehingga kesannya terburu – buru.

“Yang menjadi kendala kami adalah surat yang di dalamnya ada platfom usulan-usulan dari desa itu telat. Mungkin terkait kegiatan dan jumlah dananya, terkadang pihak desa juga tidak mengerti terkait hal itu. Sehingga  dapat menghambat. Dinas terkait yang nantinya sebagai pelaksana kegiatan juga terkadang tidak hadir. Itu semua menjadi salah satu penghalang kurang matangnya pelaksanaan musrembang di ini,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

seven − 2 =