Usai Dimakamkan, Istri Korban Pembacokan Di Palimanan Minta Pelaku Segera Ditangkap

Usai Dimakamkan, Istri Korban Pembacokan Di Palimanan Minta Pelaku Segera Ditangkap

18172
0
BERBAGI
Pemakaman jenazah korban pembacokan di Palimanan Kabupaten Cirebon dilakukan malam hari.

CIREBON (rq) – Suasana duka mengiringi pemakaman jenazah Gunawan Saputra, pria 41 tahun korban pembacokan yang dilakukan oleh seseorang yang tidak dikenal pada Jum’at, 9 April 2021 lalu, di depan salah satu toko di jalan raya Dr. Setiabudi Pegagan Palimanan Kabupaten Cirebon atau tepatnya di depan RSIA Khalisah Palimanan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media Republiqu. com, sesaat setelah kejadian korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Arjawinangun. Namun nyawanya tidak tertolong. Keesokan harinya, Sabtu (10/4/2021), barulah Jenazah Gunawan disemayamkan di pemakaman umum desa Kedungbunder yang letaknya tidak jauh dari rumah duka.

Isak tangis keluarga pun pecah saat mobil jenazah tiba di rumah duka di desa Kedungbunder, setelah dilakukan autopsi oleh pihak RS Bayangkara Indramayu selesai.

Bahkan istri korban sempat pingsan tak kuat menahan kesedihan. Jenazah Gunawan pun disholatkan terlebih dahulu sebelum diantarkan kepemakaman desa setempat pada malam itu juga.

Istri korban, Tuti mengatakan, pihak keluarga sangat sedih dan terpukul karena almarhum harus meninggal dengan keadaan tragis. Ia juga mengakui tidak mendapatkan firasat apapun sebelum kejadian tersebut.

“Kami pihak keluarga pasti sangat sedih dan merasa kehilangan. Terutama anak kami yang paling kecil. Karena si kecil itu memang paling dekat dengan almarhum. Almarhum itu tulang punggung keluarga, juga sangat sayang sama keluarga,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, ia dan keluarga berharap, pihak kepolisian dapat secepatnya menangkap para pelaku pembacokan tersebut. Agar para pelaku segera diproses secara hukum dan mendapatkan ganjaran yang setimpal atas tindakannya itu.

“Kami keluarga berharap supaya para pelaku ini dapat secepatnya ditanggkap dan diadili. Kami minta hukuman yang seberat-beratnya bagi para pelaku. Bila perlu hukuman mati. Karena sudah menghilangkan nyawa suami saya,” tegasnya.

Advertisement

Sementara itu Kapolsek Gempol, Kompol. Sukemi mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti terkait kejadian pembacokan yang menghilangkan nyawa seseorang tersebut. Ia juga mengatakan untuk terduga pelaku sendiri, pihaknya bersama dengan Polresta Cirebon tengah melakukan pengejaran.

“Untuk terduga pelaku sendiri kami bekerja sama dengan Polresta Cirebon. Sekarang ini kita masih melakukan pengejaran. Mudah – mudahan para terduga pelaku ini secepatnya bisa tertangkap,” jelasnya saat di klarifikasi langsung media Republiqu, Sabtu (10/4/2021). (ta)

- Advertisement -