Terdampak Pembangunan Sutet, Warga Tangkil Minta Pendampingan GRIB

Terdampak Pembangunan Sutet, Warga Tangkil Minta Pendampingan GRIB

211
0
BERBAGI
Ono, Warga desa Tangkil bersama dengan perwakilan GRIB Kabupaten Cirebon, Sudika, menunjukkan pondasi SUTET yang berada dekat di belakang rumah Ono.

CIREBON (rq) – Datang tak tampak muka, pulang pun tak tampak punggung, seperti itulah pribahasa yang menggambarkan nasib salah satu warga desa Tangkil Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon, Ono Raswono, yang terdampak akibat proyek pembangunan SUTET PT. PLN UPP JJBT 2.

Kepada Republiqu.com, Ono bercerita, awal mula rencana adanya proyek pembangunan SUTET itu, ia merasa tidak pernah diberitahu, baik oleh pihak pelaksana pekerjaan ataupun pihak pemerintah desa.

“Ramainya itu setelah ada rencana penggantian tanah SUTET. Dari situ mulai ada informasi bakal ada rencana proyek pembangunan SUTET. Tapi saya tidak pernah diberitahu, apalagi diajak rapat soal dampaknya,” jelas Ono, Senin (28/9/2020).

Ia menjelaskan, selama proyek pembangunan SUTET tersebut, tidak ada kompensasi apapun yang diterimanya. Padahal, jika dilihat dari lokasi pembangunan pondasinya, sangat berdekatan dengan rumah yang ia tinggali bersama keluarganya.

“Jarak rumah saya ke pondasi SUTET itu, tidak ada 20 meter mas. Kalau lagi pas ada pekerjaan, ya pastinya terganggu. Waktu proses pembangunan pondasi saja, alat berat (beko) itu didatangkan. Rumah saya sampai getar semua, takut ambruk,” paparnya.

Advertorial

Ono mengaku sempat mengadu ke pihak pemerintah desa setempat, tetapi tidak ada tindakan apapun. Bahkan sampai dengan proyek pembangunan pondasi SUTET itu selesai, tidak ada kompensasi apapun yang ia terima.

“Kalau bicara dampak, ya pasti terganggu. Istri saya saja sampai takut. Jadi kalau ada orang kerja tuh, ya ngungsi mas. Takut ambruk sih. Apalagi rumah saya bentuknya rumah panggung. Nanti kalau ambruk, siapa yang tanggung jawab,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua GRIB Kabupaten Cirebon, Edi Sukardi, melalui Sekretarisnya Amal Subkhan mengatakan, pihaknya siap mendampingi dan akan terus mengawal perjuangan salah satu warga desa Tangkil tersebut. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Ono tersebut, adalah haknya sebagai warga negara.

“Yang kami perjuangkan adalah Hak Asasi Manusia yang masih hidup, yang memiliki hak untuk mendapatkan keadilan dan kesejahteraan sosial. Tanah yang ditumbuhi rumput saja dapat kompensasi, masa tanah yang ditinggali manusia, tidak diberikan apa-apa. Kami akan terus kawal,” pungkasnya. (is)

LEAVE A REPLY

two × three =