Tak Ditemui Bupati Cirebon, FORKOPIMMAS Bakal Gelar Aksi Moral Susulan

Tak Ditemui Bupati Cirebon, FORKOPIMMAS Bakal Gelar Aksi Moral Susulan

621
0
BERBAGI
Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya, Maman Kurtubi, saat mendapat giliran berorasi dalam aksi moral FORKOPIMMAS Kabupaten Cirebon di depan kantor Bupati Cirebon.

CIREBON (rq) – Aksi ribuan massa Forum Komunikasi LSM dan Ormas (FORKOPIMMAS) Kabupaten Cirebon di depan Kantor Bupati Cirebon, Senin (26/10/2020) berujung deadlock.

Massa aksi kecewa lantaran Bupati Cirebon, H. Imron enggan menemui para pimpinan FORKOPIMMAS dengan alasan agenda kerja yang sudah dijadwalkan dan tidak bisa diwakilkan. Padahal menurut para pimpinan LSM dan Ormas tersebut, surat pemberitahuan aksi itu sudah dilayangkang pada minggu sebelumnya.

Mengetahui Bupati Cirebon, H. Imron tidak menemui para pimpinan LSM dan Ormas, Maman Kurtubi selaku Ketua Distrik DPD LSM GMBI Cirebon Raya dan Maulana selaku Ketua Umum DPP AMPAR Kabupaten Cirebon, memilih walkout sebelum audensi dimulai.

Terlihat yang masih berada di ruang Paseban tempat dilangsungkannya audensi diantaranya, Ketua Umum DPP KOMPAK, Sudarto, Ketua LSM Penjara Indonesia Agus, Ketua LSM Laskar Merah Putih Agustinus, Ketua DPC GRIB Edi Sukardi, Ketua DPC GIBAS Arifin, serta Sekretaris Ormas Cakrabuana Indonesia Bersatu Kabupaten Cirebon, Siswanto Hartoyo.

Sementara itu perwakilan yang diutus oleh Bupati Cirebon menemui pimpinan FORKOPIMMAS Kabupaten Cirebon diantaranya adalah Asisten Daerah 1 Hilmi Rifai, Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon Sugeng Darsono, Kepala Dinas Pehubungan Deni Supdiana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deni Nurcahya, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Sukma Nugraha serta perwakilan beberapa perangkat perizinan lainnya.

Dalam audensi tersebut, Sekretaris Cakrabuana Indonesia Bersatu (CIB) Kabupaten Cirebon, Siswanto Hartoyo, keberatan dengan sikap Bupati Cirebon, H. Imron yang tidak menemui para pimpinan FORKOPIMMAS dengan alasan agenda kunjungan kerja.

“Kami itu rakyat. Bupati Cirebon itu bapak kami. Kenapa tidak mau ketemu. Padahal kami datang kesini untuk bertemu dengan Bupati Cirebon. Ada persoalan dugaan gratifikasi yang harus diklarifikasi langsung oleh Bupati Cirebon. Bukan diwakilkan oleh bawahannya,” tegas Siswanto.

Sementara Asisten Daerah 1, Hilmi Rifai dalam audensi tersebut meminta kepada pimpinan FORKOPIMMAS Kabupaten Cirebon, agar menyampaikan aspirasinya melalui tim teknis perizinan Kabupaten Cirebon yang hadir. Karena menurutnya, Bupati Cirebon sudah menugaskan para pimpinan dinas teknis untuk menampung aspirasi yang disampaikan oleh para pimpinan FORKOPIMMAS kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Kami mewakili bapak Bupati Cirebon meminta maaf, pak Bupati tidak bisa menemui langsung para pimpinan FORKOPIMMAS. Ada agenda di Ciawijapura dengan Pemprov Jawa Barat. Aspirasi bapak – bapak akan kami tampung, untuk selanjutnya disampaikan kepada pak Bupati. Disini para Kepala Dinas teknis perizinan sudah hadir dan siap menjelaskan. Silahkan tanyakan apa yang menjadi persoalannya,” ujar Hilmi.

Menyikapi pernyataan tersebut, Sekretaris DPP KOMPAK Kabupaten Cirebon, Dedi Chandra mengajukan keberatan serta permintaan kepada Asda 1, untuk mengeluarkan Copy Salinan dokumen perizinan PT. Taekwang yang menjadi tuntutan aksi moral FORKOPIMMAS. Karena ia menduga dalam proses perizinan PT. Taekwang tersebut tidak melalui mekanisme yang semestinya.

“Jika memang Bupati Cirebon tidak mau menemui kami para pimpinan FORKOPIMMAS. Kami minta keluarkan salinan dokumen perizinan PT. Taekwang Indonesia. Karena kami menduga dalam proses perizinannya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Proses perizinan teknisnya patut diduga tidak sesuai aturan,” jelasnya.

Advertorial

Setelah beberapa saat menunggu, juga tidak ada kepastian jawaban atas permintaan tersebut, Perwakilan DPP AMPAR Kabupaten Cirebon, Riko menyatakan sikap untuk walkout dan meninggalkan ruang audensi. Disusul para Ketua LSM dan Ormas lainnya untuk ikut meninggalkan ruangan Paseban, tempat berlangsungnya audensi.

Dilain tempat, dihadapan para peserta aksi moral, Ketua Distrik DPD LSM GMBI Cirebon Raya, Maman Kurtubi menyatakan sikap untuk terus melakukan aksi sampai dengan tuntutan FORKOPIMMAS direalisasi oleh Bupati Cirebon. Atas penawaran pihak Kepolisian, ia memberikan kesempatan kepada Polresta Cirebon untuk menjembatani tuntutan FORKOPIMMAS tersebut kepada H. Imron selaku Bupati Cirebon.

“Kami tunggu janji dari Polresta Cirebon yang akan mempertemukan kami FORKOPIMMAS dengan Bupati Cirebon. Jika ternyata tidak dipenuhi, dan Bupati tetap tidak mau menemui, kami FORKOPIMMAS akan kembali datang lagi kesini dengan massa yang jauh lebih besar dari hari ini. Sekarang semuanya bubar, tunggu intruksi aksi berikutnya,” pungkas Maman. (is/ta)

LEAVE A REPLY

two × 1 =