SMPN 1 Dukupuntang Sandang Predikat Sekolah Rujukan

SMPN 1 Dukupuntang Sandang Predikat Sekolah Rujukan

578
0
BERBAGI

CIREBON (R) – Sekolah rujukan merupakan sekolah yang dibina oleh Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain disekitarnya, dalam hal penerapan penjaminan mutu secara mandiri.

SMPN 1 Dukupuntang awalnya sebagai sekolah model. Setelah melalui tahap verifikasi oleh kementerian, pada tahun 2018, SMPN 1 Dukupuntang dipilih menjadi sekolah rujukan nasional.

Kepala Sekolah SMPN 1 Dukupuntang, H. Supyani mengatakan, sekolahnya ini adalah sebagai rujukan laboratorium dari Kementerian dalam penerapan SNP (Standar Nasional Pendidikan), yang nantinya diharapkan ada peningkatan, baik dari segi akademik maupun non akademik.

“Maksud dari diadakan sekolah rujukan adalah untuk mempercepat pemerataan dan peningkatan mutu, sesuai dengan atau melampaui SNP yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

H. Supyani menambahkan, SMPN 1 Dukupuntang sebagai sekolah rujukan ini dijadikan contoh dalam penerapan praktek-praktek yang baik, dalam peningkatan mutu SNP dan sebagai sumber belajar siswa.

“Menjadi sekolah rujukan bukan berarti tidak ada kekurangan dalam pelaksanaannya. Meski sudah ditetapkan sebagai sekolah rujukan, SMPN 1 Dukupuntang masih membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai,” terangnya.

H. Supyani mengatakan, kendala yang dialami oleh SMPN 1 Dukupuntang sebagai sekolah rujukan adalah kurangnya fasilitas. Ia mengharapkan agar pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan sarana dan prasarana, seperti menambah jumlah ruang belajar dan juga fasilitas lainnya.

“Adapun imbas dari ditunjuknya sebagai sekolah rujukan, jumlah siswa SMPN 1 Dukupuntang mengalami peningkatan,” imbuhnya.

H. Supyani menjelaskan, semenjak ditetapkan sebagai sekolah rujukan, jumlah siswa SMPN 1 Dukupuntang mengalami peningkatan. Hal ini mengakibatkan pihak sekolah terpaksa menggunakan beberapa ruangan seperti lab bahasa dan lab lainnya untuk dijadikan ruang belajar.

“Dengan banyaknya animo dan kepercayaan masyarakat terhadap SMPN 1 Dukupuntang, mengakibatkan sekolah kami membutuhkan 4 ruang belajar tambahan, karena kekurangan ruang kelas,” ujarnya.

Ia berharap, kedepannya SMPN 1 Dukupuntang akan terus memperbaiki mutu baik dari siswa maupun tenaga pengajarnya. Dari segi akademik maupun dari segi non akademik.

“Saya pribadi mengharapkan kepada para kepala sekolah untuk berkomitmen memajukan sekolah masing-masing yang mana sudah menjadi tugas pokoknya sebagai kepala sekolah,” pungkasnya. (ta/bah)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

18 − eleven =