Seniman Menjerit, KONSEP Minta Pemkab Cirebon Perhatikan Nasib Pelaku Seni

Seniman Menjerit, KONSEP Minta Pemkab Cirebon Perhatikan Nasib Pelaku Seni

432
0
BERBAGI
Ketua Konsep, Gunawan (masker ijo) bersama para pengurus meminta Pemkab Cirebon melindungi nasib pelaku seni.

CIREBON (rq) – Dampak pandemi Covid-19, tidak hanya merusak tatanan ekonomi saja. Akan tetapi juga berdampak kepada para pelaku seni di negeri ini. Hal itu juga sangat dirasakan para seniman pantura yang ada di kabupaten Cirebon. Dengan di tutupnya tempat hiburan dan juga ijin keramaian, menjadi pukulan berat bagi ratusan bahkan ribuan pelaku seni yang ada di Kabupaten Cirebon. Tak ada lagi job panggungan, tak sedikit juga diantara mereka yang kehilangan penghasilan dan pekerjaan.

Menyikapi hal tersebut, Komunitas Seniman Pantura (KONSEP) Kabupaten Cirebon, akhirnya angkat bicara menyuarakan nasib para seniman yang terpuruk akibat adanya pandemi Covid-19 ini.

Ketua KONSEP Kabupaten Cirebon, Gunawan mengaku prihatin, melihat nasib para seniman yang aktifitas interaksi kehidupan sosialnya, terbelenggu oleh aturan yang harus di patuhi. Menurutnya jika hal tersebut dilanggar, tentunya akan menimbulkan resiko tersendiri di kemudian hari.

“Kami dari KONSEP mau tidak mau apa yang sudah menjadi wacana yang sudah di intrusikan, kita harus patuhi. Karena kita tidak mau mengambil resiko lebih dari apa yang kita jalani sekarang. Jadi kita patuhi saja, apa yang sudah di intruksikan pemerintah,” terangnya saat ditemui media Republiqu, Rabu (17/6/2020).

Ia juga menjelaskan, berbagai upaya sudah dilakukan KONSEP dalam memfasilitasi aspirasi para insan seni yang tergabung dalam komunitasnya. Diakuinya, hal serupa juga dilakukan beberapa aliansi insan seni di luar KONSEP yang sama-sama memperjuangkan nasib para seniman ini.

“Alhamdulillah kami tidak berdiam diri. Dengan teman-teman, selalu mengupload apapun sebagai masukan, yang artinya kita sama-sama proaktif. Ada teman dari wilayah timur berjuang, dari aliansi-aliansi lain, begitu juga kami. Hanya bedanya kami secara prosedural, terikat oleh lembaga yang kami punya, yang legal dan berbadan hukum, ada departemen yang membina kita,” jelasnya.

Ia menambahkan, jawaban pemerintah baik dari kabid Pariwisata Disbudparpora serta Bupati Cirebon, masih sama yaitu dengan adanya protokoler kesehatan. Sehingga sampai saat ini belum bisa membuka sisi hiburan. Hal tersebut juga masih diterapkan beberapa daerah di luar Kabupaten Cirebon.

“Adapun terkait usulan bantuan, alhamdulillah kami dari awal sudah mengondisikan ke teman-teman untuk mengumpulkan data, kemudian kita masukan ke Dinas Pariwisata dan alhamdulillah sudah ada jawaban,” jelasnya.

Gunawan menerangkan, usulan bantuan yang direalisasi ada sekitar 1500 KK dari berbagai kegiatan seni dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Namun hal tersebut sampai saat ini belum ada jawaban, kapan turunnya maupun berapa jumlah yang di realisasi bantuannya.

“Kepada seluruh insan seni saya harap selalu berfikir positif. Bukan hanya para seniman saja, yang terdampak Covid, eleman lain juga merasakan dampak tersebut. Saya harap kepada semuanya agar selalu sabar dan berdoa supaya wabah Covid ini segera berlalu,” paparnya.

Gunawan juga berharap, untuk para pemimpin pemangku kebijakan yang ada di daerah, agar bisa secepatnya mengambil keputusan perihal mekanisme dan aturan bagi para pelaku hiburan.

“Minimal dalam aktifitasnya, kami dilindungi payung hukum. Jangan sampai kita melaksanakan satu kegiatan, sesuai standar kesehatan, tetapi disisi lain ada pihak yang dirugikan dari aktivitas itu. Semuanya harus satu suara. Sehingga mau tidak mau harus ada payung hukumnya,” tutup Gunawan. (ta/is)

LEAVE A REPLY

18 + 17 =