Sejumlah ASN Diperiksa, Kejaksaan Kab. Cirebon Perdalam Kasus Alsintan

Sejumlah ASN Diperiksa, Kejaksaan Kab. Cirebon Perdalam Kasus Alsintan

661
0
BERBAGI
Tommy Kristanto, SH., M.Hum, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon

CIREBON (rq) – Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, kembali memanggil beberapa pejabat ASN Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon untuk dimintai keterangan guna melengkapi berkas perkara penyalahgunaan alat bantu pertanian tahun 2017, dengan tersangka berinisial FF yang merupakan pengembangan dalam kasus yang sama dengan tersangka SM, Senin (13/4/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Tommy Kristanto kepada awak media membenarkan adanya pemanggilan beberapa saksi pegawai atau ASN di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon. Menurutnya, hal tersebut dalam rangka melengkapi berkas perkara penyalahgunaan alat bantu pertanian dengan tersangka FF.

“Ya, tadi dapat informasi adanya pemeriksaan terkait penyidikan kasus Distan dengan tersangka FF. Hal itu biasa dan itu memang proses, setelah diterbitkannya surat perintah penyidikan, tentunya kita segera bergerak melakukan pemeriksaan terhadap para saksi – saksi. Dan hari ini menurut laporan ada dua saksi yang kami periksa dan semuanya merupakan pejabat dari dinas Pertanian,” terangnya.

Kajari juga menegaskan, pihaknya memastikan hal tersebut akan terus bergulir dan menjadwalkan akan melakukan pemanggilan ke beberapa saksi berikutnya, untuk melengkapi berkas perkara tersebut. Bahkan pihaknya juga berencana untuk mendatangkan tim ahli dari Kementerian Pertanian untuk dihadirkan dan menjadikan saksi.

“Kemungkinan ada sekitar 20 lebih saksi yang akan kita panggil untuk kita mintai keterangannya. Bahkan nanti ada tim ahli dari Kementerian Pertanian di Jakarta akan kita hadirkan untuk jadi saksi juga,” tegasnya.

Saat disinggung adanya kemungkinan tersangka baru dalam kasus tersebut ia mengatakan, segala kemungkinan pasti ada. Namun pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan secara komprehensif dan mengumpulkan alat – alat bukti lainnya.

“Kalau kita bicara kemungkinan semuanya pasti mungkin saja terjadi. Cuma nanti kita tetap melakukan pemeriksaan secara komprehensif. Kita lakukan dulu pengumpulan alat – alat bukti yang cukup. Nanti kita analisa lagi, kita kembangkan lagi. Kalau memang ada alat bukti baru dan tersangkanya baru lagi, nanti bisa kita kenakan,” jelasnya lebih lanjut.

Kajari juga mengatakan, pihaknya akan fokus dalam kasus bantuan alsintan tersebut. Pihaknya juga akan mendalami terkait bantuan – bantuan alsintan yang lainnya. Namun sampai dengan saat ini, pihak Kejaksaan belum menerima laporan lainnya terkait aduan alsintan di Kabupaten Cirebon.

“Tentunya kita secara profesional akan fokus pada kasus ini (kasus alsintan). Cuma masalahnya, apakah memang hanya ini saja atau ada alsintan – alsintan lain yang akan kita dalami. Untuk yang lain sampai saat ini, saya belum menerima laporan, tetapi segala kemungkinan bisa saja terjadi. Logikanya, yang namanya bantuan tidak mungkin sekali, pasti berkali – kali. Apalagi ini merupakan program rutin dari pusat, yang biasanya program berkesinambungan,” ungkapnya.

Terkait modus penyalahgunaan alsintan sendiri ia memaparkan, sesuai fakta yang pihaknya temukan terhadap terdakwa Sumardi (SM), ketika bantuan tersebut sampai di Kabupaten Cirebon, bantuan tersebut dijual belikan atau disewakan tidak sesuai dengan ketentuan. Sementara peran tersangka F sendiri menurutnya, sebagai pengelola bantuan tersebut.

“Sesuai fakta yang kita temukan pada tersangka Sumardi, ketika bantuan sudah sampai di Kabupaten, diduga alat itu di jual belikan, atau mungkin disewakan diluar ketentuan yang seharusnya diperuntukkan. Bantuan itu mestinya dimanfaatkan oleh kelompok tani yang menerima, tapi karena ada oknum – oknum tadi, akhirnya alat tersebut diperjual belikan atau disewakan tidak sesuai ketentuan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

fourteen + seventeen =