RS Umum Pasar Minggu Palimanan Diresmikan

RS Umum Pasar Minggu Palimanan Diresmikan

462
0
BERBAGI
Bupati Cirebon, H. Imron bersama pemilik dan jajaran RS Umum Pasar Minggu secara simbolis diresmikan.

CIREBON (rq) – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil secara virtual memberikan sambutan dalam peresmian Rumah Sakit Umum Pasar Minggu kecamatan Palimanan kabupaten Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Cirebon, H. Imron M.Ag, secara simbolis melakukan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita sebagai simbol dibukanya RS Pasar Minggu, Senin (7/9/2020).

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Cirebon H. Imron M.Ag, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Cirebon, para Camat, muspika kecamatan Palimanan serta beberapa tamu undangan yang lainya.

Bupati Cirebon, H. Imron M Ag., atas nama masyarakat dan juga pemerintah kabupaten Cirebon, merasa senang dengan di bukanya RS Pasar Minggu. Bupati menilai dengan di bukanya rumah sakit tersebut dapat membantu program-program pemerintah di bidang kesehatan. Terutama untuk masyarakat sekitarnya dan kabupaten Cirebon pada umumnya.

“Kami selaku pemerintah kabupaten Cirebon menyambut baik adanya pembukaan rumah sakit ini. Itu tentunya dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam bidang kesehatan. Karena ini rumah sakit, maka saya berpesan agar segera mensosialisasikan ini kepada masyarakat dan berharap agar memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RS Pasar Minggu, Dr. H. Ahmad Qoyyim MARS mengatakan, rumah sakitnya itu merupakan rumah sakit umum, yang pada prinsipnya hampir seluruh pelayanan kesehatan rumah sakit akan secepatnya disiapkan.

“Untuk sementara jenis spesialis yang sudah ada di kita itu, spesialis penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan, anastesi, patologi klinik dan radiologi. Nanti insyaallah akan dikembangkan seperti pelayanan saraf, THT, mata dan jiwa kalau memang memungkinkan. Prinsipnya kita rumah sakit umum, jadi semua spesialisasi bisa mengabdi dan bekerja di sini,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, rumah sakitnya sudah memiliki 60 kamar tidur, 8 dokter spesialis dan 5 dokter umum. Menurutnya dengan komposisi tenaga medis yang sekarang dinilainya sudah cukup.

“Dengan pengembangan rumah sakit insyaallah akan datang lagi spesialis-spesialis yang baru. Sehingga kita bisa mengembangkan lagi. Insyaallah kedepan kami yakin rumah sakit ini akan maju,” jelasnya.

Advertorial

Dr. Qoyyim juga menambahkan, untuk sementara rumah sakitnya belum bisa menerima pelayanan menggunakan BPJS Kesehatan. Karena menurutnya untuk dapat bekerjasama dengan BPJS harus menempuh proses dan aturan yang berlaku. Ia mengaku pihaknya sudah mengirimkan surat pengajuan permohonan kerja sama dengan pihak BPJS Kesehatan.

“Sekarang dengan adanya Covid ini, Rumah Sakit dibebaskan dari akreditasi. Sehingga  dengan tidak perlunya akreditasi, Rumah Sakit boleh langsung bekerjasama dengan BPJS. Cuma BPJS ini punya prosedur tetap, seperti harus kredensialing, adanya penelitian sarana prasarana yang ada di Rumah Sakit dan yang lainnya. Sehingga pada tahun depan sudah ada keputusan Rumah Sakit baru yang mana mendapatkan perluasan kerjasama dengan BPJS,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

5 × three =