Rosyidi : Tidak Ada Perebutan Supplier Di Kecamatan Gebang

Rosyidi : Tidak Ada Perebutan Supplier Di Kecamatan Gebang

449
0
BERBAGI
Muh. Rosyidi, salah satu pemilik e-warong di kecamatan Gebang kabupaten Cirebon.

CIREBON (rq) – Program penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat di kecamatan Gebang untuk bulan Februari 2021, akan segera disalurkan kepada masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Namun menjelang hari pembagian tersebut, ada pihak – pihak yang tidak bertanggungjawab menghembuskan isu bahwasanya pengelolaan program bantuan BPNT di wilayah kecamatan Gebang seolah – olah tidak kondusif.

Menanggapi isu tersebut, salah satu pemilik e-warong di kecamatan Gebang, Muh. Rosyidi membantahnya. Menurutnya, isu tersebut sangatlah tidak benar. Pasalnya ia sebagai salah satu pemilik e-warong di kecamatan Gebang tidak merasakan ada hambatan apapun, termasuk perihal pengadaan komoditi ataupun persiapan pelaksanaannya.

“Tidak kondusif apanya ya kang. Saya malah bingung kalau ditanya seperti itu. Wong nyatanya memang tidak ada persoalan apa – apa. Alhamdulillah semuanya lancar. Tidak ada masalah apapun. Jadi yang bilang tidak kondusif itu siapa. Dan maksudnya seperti itu apa,” ucapnya, di teras depan rumahnya, Jum’at (19/2/2021).

Disinggung terkait informasi yang beredar perihal perebutan supplier di wilayah kecamatan Gebang, menurut Rosyidi itu tidaklah benar. Dikatakannya semua e-warong punya hak untuk mengadakan dan menentukan komoditas sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya masing – masing.

“Yang berebut itu siapa kang. E-warong itu kan punya hak untuk mengadakan komoditasnya dari siapa saja. Yang terpenting usaha lokal tidak ditinggal. Jadi intinya siapa saja yang ditunjuk e-warong berarti harus siap dan berkomitmen untuk mengadakan komoditas sesuai dengan kualitas dan kuantitasnya,” terang Rosyid.

Ia juga mengatakan, sebelum pengadaan komoditas dilaksanakan oleh para e-warong, pihaknya sudah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Camat Gebang selaku penanggung jawab Tim koordinasi di tingkat kecamatan, dan hasilnya berjalan dengan baik dan lancar.

“Alhamdulillah waktu saya menghadap ke Pak Camat (gebang) responnya sangat baik. Pak Camat juga sangat mendukung adanya koordinasi antara e-warong dengan pemerintah setempat. Pak Camat cuma minta kepada e-warong untuk selalu menjaga kondusifitas dan yang terpenting adalah kualitas dan kuantitas bantuannya untuk masyarakat, harus sesuai dan layak,” jelasnya.

Terkait adanya pertemuan dengan salah satu anggota dewan Aan Setyawan di kantor Kecamatan Gebang, menurut Rosyidi itu bukanlah acara resmi. Karena menurutnya tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada para e-warong ataupun pihak – pihak yang terkait dalam pengelolaan bantuan BPNT di kecamatan Gebang.

“Jadi intinya, pertemuan itu tuh cuma acara kumpul – kumpul biasa kang. Tidak ada agenda rapat resmi. Katanya sih pak Aan itu baru selesai menghadiri acara musrembang. Terus ya begitu ngobrol – ngobrol saja. Ada teman – teman LSM juga kebetulan ada disitu. Saya juga nggak faham, tahu – tahunya membahas program BPNT. Yang saya rasakan mah tidak ada masalah,” paparnya.

Rosyidi juga membantah terkait adanya isu pemaksaan atau pun pengondisian e-warong yang ada di kecamatan Gebang terkait pemilihan supplier. Menurutnya tidak ada yang mengintervensi ataupun memaksa ke e-warong untuk bekerja sama dengan pihak manapun. Bahkan komunikasi dan musyawarah para pemilik e-warong di kecamatan Gebang pun berjalan dengan baik dan harmonis.

“Intinya kang, yang kami kedepankan itu adalah komitmen. Terutama terkait kualitas dan kuantitasnya. Saya mah tidak mau ngasih bantuan ke masyarakat asal – asalan. Yang terpenting kualitas dan kuantitasnya harus sesuai. Karena pesan pak Camat juga seperti itu. Jadi intinya di kecamatan Gebang ini tidak ada masalah. Alhamdulillah semuanya kondusif,” pungkasnya. (is)