Rencana Aksi Besar Tolak RUU HIP, GMBI Cirebon Raya Siap Ke Jakarta

Rencana Aksi Besar Tolak RUU HIP, GMBI Cirebon Raya Siap Ke Jakarta

763
0
BERBAGI
Aksi penolakan RUU HIP LSM GMBI Cirebon Raya di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon. Maman Kurtubi (kanan), selaku Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya bersama Sekretaris Distrik, Heri Suhardi.

CIREBON (rq) – Suara penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang digagas DPR RI menggema seantero negeri.

Bahkan Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI), bereaksi dengan menggelar aksi penolakan di seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia.

Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya, Maman Kurtubi selaku bagian dari keluarga besar LSM GMBI, secara tegas menolak dan meminta dicabutnya RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) tanpa terkecuali.

“Kami menduga pihak yang mempraktisi RUU HIP ini ingin membangkitkan kembali komunisme dan PKI di Negara Kesatuan Republik Indonesia. RUU HIP ini juga dapat mendegradasi Pancasila sebagai ideologi bangsa, juga dapat melumpuhkan nilai – nilai Pancasila, dengan memerasnya menjadi Trisila bahkan Ekasila,” terangnya, Senin (13/7/2020).

Maman menegaskan, LSM GMBI Distrik Cirebon Raya siap satu komando untuk bergerak ke DPR RI dalam aksi penolakan RUU HIP. Menurutnya keluarga besar LSM GMBI itu bersaudara meskipun tak sedarah, serta siap Bela Pancasila demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kemarin kami sudah menggelar aksi penolakan RUU HIP ini di DPRD Kabupaten Cirebon dan kami siap bila harus bergerak ke Jakarta. GMBI Distrik Cirebon Raya selalu siap, satu komando, bergabung bersama keluarga besar LSM GMBI se Indonesia menolak RUU HIP,” pungkasnya.

Sementara itu sebelumnya, dalam rencana aksi besar LSM GMBI, Ketua tim perumus makalah tolak Rancangan Undang-Undang HIP LSM GMBI M. Ari Mulya Subagja, yang dikutip dari salah satu media online mengatakan, RUU HIP ini rentan memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa, yang selama ini dijaga oleh Pancasila.

“Pancasila itu tidak bisa dibuat dalam produk hukum, karena Pancasila adalah sumber dari segala hukum bagi bangsa Indonesia,” ucapnya, Jumat (10/07/2020).

Menurutnya, jika Pancasila jadi Undang- Undang, lalu tiba-tiba ada sekelompok orang menggugat ke Mahkamah Konstitusi atau ke Mahkamah Agung, kemudian tuntutannya dikabulkan, tentu hal tersebut bisa jadi bumerang bagi bangsa Indonesia.

“Inilah yang kita takutkan, bisa hilang Pancasila. Dan itu sama seperti membubarkan negara. Oleh Karena itu, GMBI mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjaga Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia,” tegasnya.

Humas tim perumus makalah tolak RUU HIP, Drs. H. Idat Mustari, SH mengatakan, keluarga besar LSM GMBI akan melakukan pergerakan ke DPR RI. Ia dengan tegas meminta, tuntutan dari keluarga besar GMBI untuk segera menstop pembahasan RUU HIP dan mencabut drafnya.

“Surat sudah kita kirimkan ke DPR RI yang ditembuskan ke Presiden dan Wakil Presiden RI, Kepala Staf Presiden, Menteri Polhukam, Menkumham, Mendagri, Kapolri dan Ka BIN. Jika keinginan kami untuk beraudensi dengan DPR RI yang direncanakan tanggal 16 Juli 2020 tidak direspon positif, maka 21 Juli 2020, seluruh keluarga besar LSM GMBI se Indonesia akan melakukan aksi besar – besaran di DPR RI. Intruksi ini langsung diberikan oleh Ketua Umum DPP LSM GMBI M. Fauzan Rachman,” pungkasnya. (is/ta)

LEAVE A REPLY

18 − 10 =