Rapat Akbar FSPS Kab. Cirebon, Bahas Perlindungan Pekerja Tolak Omnibus Law

Rapat Akbar FSPS Kab. Cirebon, Bahas Perlindungan Pekerja Tolak Omnibus Law

506
0
BERBAGI
Ratusan anggota beserta pengurus DPC FSPS Singaperbangsa Kabupaten Cirebon, saat membacakan petisi penolakan RUU Omnibus Law.

CIREBON (R) – Bertempat di gedung Balai Pelatihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon, ratusan anggota Fedesari Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS) Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Akbar dan Sosialisasi penolakan RUU Omnibus Law, Minggu (8/3/2020).

Dalam kesempatan itu, FSPS menyatakan sikap dan membacakan petisi terkait penolakam pengesahan RUU Omnibus Law, yang saat ini masih menjadi pembahasan di pemerintah pusat.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa, Perwakilan BPJS Kesehatan, BP Jamsostek Kabupaten Cirebon, perwakilan FSPS Karawang dan di hadiri ratusan anggota FSPS Kabupaten Cirebon dari berbagai SPA yang ada di Kabupaten Cirebon.

Perwakilan BP Jamsostek Kabupaten Cirebon, Yogi usai kegiatan mengatakan, ia menilai koordinasi FSPS dengan lembaganya sudah cukup efektif. Menurutnya FSPS sering membantu terkait informasi – informasi tambahan terhadap kepatuhan dan informasi – informasi yang dibutuhkan BP Jamsostek, untuk perluasan perlindungan kepada pekerja.

“Mungkin kita ketahui bersama, bahwa diluaran sana masih banyak perusahaan – perusahaan yang belum mendaftarkan seluruh pekerjanya ke BP Jamsostek. Atas informasi yang kita terima dari FSPS, diharapkan menjadi informasi tambahan untuk kita mengecek kelapangan, apakah pekerja tersebut sudah dilindungi atau belum,” ujarnya.

Yogi mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan FSPS atau pihak ketiga lainya, untuk dapat memberikan arahan kepada perusahaan. Semua dilakukan agar pekerjanya baik yang tetap, kontrak maupun buruh harian lepas, dilindungi dari program BP Jamsostek. Baik terhadap resiko kecelakan kerja, resiko kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

Ia juga menambahkan, mengenai kenaikan manfaat jaminan kecelakan kerja, jaminan pensiun yang diterima pekerja, merujuk kepada PP Nomor 44 tahun 2015.

“Untuk santunan kematian yang tadinya 24 juta sekarang menjadi 42 juta. Untuk beasiswa anak yang sebelumnya diterima hanya 1 orang anak dengan nominal yang diberikan 12 juta, sekarang menjadi 2 anak dengan total akumulasi beasiswa yang diterima sampai perguruan tinggi sebesar 174 juta rupiah.

“Terkait STMP, sementara tidak mampu bekerja serta biaya pengangkutan yang awalnya 1 juta menjadi 5 juta di aturan pemerintah nomor 82 tahun 2019,” paparnya.

Pihaknya berharap, koordinasi dan sinergitas FSPS dan BP Jamsostek, dapat terus berjalan agar secara bersama – sama dapat memberikan kepastian perlindungan terhadap para pekerja, khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon.

Sementara itu Ketua Umum FSPS, Deny Sunarya mengatakan, ia menyambut positif terkait kegiatan tersebut. Menurutnya, hal tersebut belum tentu bisa dilakukan di Kota Kabupaten lain, terutama DPC FSPS Singaperbangsa lain.

“Ini hal yang positif dari serikat pekerja. Karena terus terang di beberapa Kota Kabupaten, sulit mendapatkan pergerakan – pergerakan seperti yang ada di Cirebon ini. Di sini juga ada hal – hal positif yang disampaikan tadi dari beberapa narasumber. Kemudian ada hal yang sangat urgent si yang juga ikut di bahas disini,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, terkait berbagai persoalan yang tengah diadukan FSPS Kabupaten Cirebon, pihaknya akan selalu memberikan dukungan kepada FSPS Kabupaten Cirebon, agar terus memperjuangkan hak – hak normatif pekerja.

“Sebenarnya ini masalah yang klasik dari tahun ketahun, dari periode ke periode, masalahnya masih sama yaitu dewan pengawas yang tidak tegas, tidak take and give, menunggu pengaduan dan pengaduan pun tidak serta – merta di tindak lanjuti. Saya selaku ketua umum, tentunya akan mendorong rekan – rekan yang ada di Cirebon untuk terus berjuang memperjuangkan hak – hak pekerja yang masih di kebiri oleh perusahaan maupun pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

12 − 11 =