Program Pembagian Kaki Palsu Bagi Penyandang Tuna Daksa Di Cirebon

Program Pembagian Kaki Palsu Bagi Penyandang Tuna Daksa Di Cirebon

419
0
BERBAGI
Ketua Yayasan Sosial Putra Kumala bersama Ibu Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya, usai melalukan pengukuran kaki dan tangan palsu, Kamis (9/7/2020).

CIREBON (rq) – Dalam rangka mewujudkan kepedulian sosial kepada masyarakat, Latter-Day Saint Charities bekerja sama dengan Yayasan Peduli Tuna Daksa, juga Yayasan Sosial Putra Kusuma, menyelenggarakan program pembagian kaki dan tangan palsu bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam mensukseskan program tersebut, LSM GMBI Distrik Cirebon Raya juga mendukung serta membantu memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan kaki dan tangan palsu. Hal tersebut terselenggara setelah mendapat ijin dari Yayasan Sosial Putra Kusuma, selaku pelaksana kegiatan untuk wilayah Jawa Barat, termasuk Kota dan Kabupaten Cirebon.

Ketua Yayasan Sosial Putra Kusuma, Sundawati atau yang akrab disapa Wati mengatakan, program pembagian bantuan kaki dan tangan palsu tersebut, sudah berjalan sejak beberapa tahun silam. Ia mengaku saat ini, Yayasan Sosial Putra Kusuma bersama Yayasan Peduli Tuna Daksa serta donatur Latter-Day Saint Charities, melaksanakan kegiatan pengukuran bagi penyandang Tuna Daksa yang mengajukan bantuan melalui Yayasan Sosial Putra Kusuma.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan rutin Yayasan yaitu pengukuran tangan dan kaki palsu bagi penyandang Tuna Daksa. Biasanya kami melaksanakan kegiatan ini, satu tahun dua kali. Tapi karena sekarang kondisinya masa Pandemi Covid-19, kegiatan ini dibatasi, demi untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan,” terangnya.

Menurut Wati, mengingat agenda program tersebut sudah direncanakan, sehingga pelaksanaannya tidak bisa dibatalkan. Hanya saja, dalam proses pengukuran kali ini, pihak Yayasan menerapkan standar protokol Covid-19, sebagai upaya pencegahan penularan virus tersebut.

“Pelaksanaan kegiatan pengukuran ini, biasanya berjalan satu hari. Tetapi karena saat ini dalam kondisi wabah Covid-19, sehingga kuotanya dibatasi hanya 50 peserta saja. Kami juga takut menyalahi aturan. Tujuan kami baik, tetapi belum tentu berjalan sesuai yang di inginkan. Maka dari itu kami pun menyediakan tempat cuci tangan, handsinitizer, memakai masker dan menjaga jarak aman,” paparnya.

Wati mengungkapkan, kendala yang dihadapi oleh Yayasan Sosial Putra Kusuma terkait program bantuan Tuna Daksa adalah minimnya informasi yang disediakan oleh pemerintah. Sehingga, menurutnya, sangat sulit mencari para penyandang Tuna Daksa untuk bisa di ikutsertakan dalam program bantuan kaki dan tangan palsu tersebut.

“Pemerintah terkesan kurang peduli dengan kegiatan ini. Terkait data peserta pun, tak jarang kami meminta informasi langsung ke masyarakat. Itu kami lakukan untuk mendata dan mencari para penyandang Tuna Daksa, agar bisa di ikut sertakan dalam program tersebut,” ungkapnya.

Terkait dukungan program tersebut, Ketua Yayasan Sosial Putra Kusuma juga tak lupa mengucapkan terimakasihnya kepada donatur yaitu Latter-Day Saint Charities, Yayasan Peduli Tuna Daksa dan juga tak ketinggalan, Lembaga Swadaya Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM) GMBI Distrik Cirebon Raya, yang ikut serta dalam membantu memfasilitasi para penyandang Disabilitas.

“Kami mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang sudah diberikan kepada kami. Terimakasih juga kepada Donatur dan Yayasan Peduli Tuna Daksa. Sehingga program tersebut bisa terus diaksanakan. Kami juga berterima kasih kepada LSM GMBI Cirebon Raya yang ikut membantu program tersebut dengan mencari informasi para penyandang Tuna Daksa,” terangnya.

Mr. Lee perwakilan donatur Latter-Day Saint Charities (tengah), bersama perwakilan Yayasan Peduli Tuna Daksa, perwakilan Yayasan Sosial Putra Kumala dan LSM GMBI Distrik Cirebon Raya.

Sementara itu, Udi Santoso salah satu penyandang Tuna Daksa, asal Kota Cirebon, yang difasilitasi oleh LSM GMBI Cirebon Raya mengaku, sangat bersyukur atas program bantuan kaki palsu tersebut. Ia mengaku tidak mengeluarkan uang sepeserpun dalam mengikuti program bantuan tersebut.

“Saya secara pribadi mengaku senang dan bahagia, bisa mendapatkan kaki palsu dari program kegiatan ini. Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Donatur, pihak Yayasan dan juga LSM GMBI Distrik Cirebon Raya. Mudah-mudahan kaki palsu gratis ini, kehidupan saya bisa kembali normal,” akunya.

Sedangkan, D. Roeland Lee selaku perwakilan donatur Latter-Day Saint Charities yang berasal dari Amerika, mengatakan, program berbagi kaki dan tangan palsu tersebut, direncanakan sebanyak 500 penyandang Disabilitas di seluruh wilayah Indonesia.

“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami bagi para penyandang disabilitas, khususnya tuna daksa agar bisa mendapatkan kehidupan yang layak. Kerjasama dengan Yayasan Peduli Tuna Daksa dan Yayasan Sosial Putra Kusuma juga, sudah berjalan selama 3 tahun. Kami berharap, mudah-mudahan apa yang menjadi harapan kita semua dapat tercapai,” tegasnya.

Ibu Dede selaku Istri Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya melalui Kepala Divisi Litbang, Arif Rahmat mengatakan, program sosial yang dijalankan tersebut merupakan salah satu agenda LSM GMBI Cirebon Raya dalam membantu masyarakat. Ia berharap semoga ke ikut sertaan GMBI dalam setiap kegiatan sosial, dapat membantu kebutuhan masyarakat.

“Kami sadar, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ini adalah salah satu bentuk upaya kami terus berbakti untuk mengabdi dan berbagi kepada sesama. Semoga apa yang kami lakukan ini mendapatkan ijin dan ridho dari Allah swt, sehingga bisa terus berjalan dan membantu orang banyak,” pungkasnya. (is)

LEAVE A REPLY

six + 6 =