PN Sumber Gelar Sidang Pemilik UN SWISSINDO Sugiharto

PN Sumber Gelar Sidang Pemilik UN SWISSINDO Sugiharto

900
0
BERBAGI
Suasana sidang pemilik UN SWISSINDO sugiharto terkait kasus dugaan pemalsuan Sertifikat Bank Indonesia

CIREBON (R) – Sidang dugaan pemalsuan Surat Sertifikat Bank Indonesia, yang diduga dilakukan terdakwa atas nama, Sugiharto alias Sino, pemilik UN SWISSINDO, terus bergulir di Pengadilan Negeri Sumber Kabupaten Cirebon.

Dalam sidang tersebut, diagendakan mendengarkan kesaksian dari para saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (4/12/2018).

Usai sidang, Kepala Departemen Hukum Bank Indonesia, Rosalina Suci Handayani menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak ragu bertanya kepada otoritas keuangan yang resmi pemerintah, baik Bank Indonesia, OJK maupun kementerian, agar semuanya terang tidak dikelabui.

“Jadi memang kasus seperti ini, harus kita dukung pembuktian dan penegakan hukumnya, supaya masyarakat tidak di bodohi. Intinya orang yang berhutang ke bank, itu kreditnya harus dibayar. Jangan percaya terhadap pihak tertentu yang menjamin pelunasan, tanpa ada ikatan apapun. Jadi masyarakat harus lebih pintar,” jelasnya.

Pihaknya juga menyarankan kepada masyarakat, untuk bersikap dan berfikir secara jernih dan tidak mudah percaya terhadap hal – hal yang di luar logika.

“Kalau ada pihak yang mengatakan bisa melunasi, jangan langsung percaya. Pasalnya tidak mungkin, orang yang memiliki aset, untuk melunasi utang orang lain. Jadi berfikirlah menggunakan akal sehat,” terangnya.

Sementara itu koordinator tim kuasa hukum terdakwa, Abdi Mujiono mengatakan, pada sidang kali ini, JPU menghadirkan 3 orang saksi dari BI. Dua orang saksi dari pelapor dan 1 saksi dari analis. Dari hasil persidangan tersebut, semua saksi tidak mengetahui SBI itu dipalsukan oleh siapa.

“Ketiga saksi tadi dipersidangan tidak mengetahui siapa yang memalsukan. Ketiga saksi tersebut, hanya mendapatkan memorendum dari perwakilan BI Makasar. Artinya dari ketiga saksi tadi, tidak mengetahui siapa yang membuat dan siapa yang menggunakan,” jelasnya.

Abdi Mujiono menambahkan, karena pasalnya adalah pemalsuan, maka yang harus dibuktikan oleh Jaksa adalah pembuktian apakah surat tersebut dibuat oleh terdakwa, atau digunakan oleh terdakwa.

“Makanya nanti yang akan kita gali adalah fakta persidangan. Apakah kemudian sertifikat BI tersebut dibuat oleh terdakwa atau digunakan oleh terdakwa, itu yang akan kita buktikan dihadapan persidangan,” tambahnya.

Dikatakannya, untuk sidang berikutnya masih diagendakan mendengarkan saksi – saksi dari pihak bank. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

13 + fourteen =