Pilwu Serentak Kabupaten Cirebon, Satu TPS Dianggarkan Rp 10 Juta

Pilwu Serentak Kabupaten Cirebon, Satu TPS Dianggarkan Rp 10 Juta

3669
0
BERBAGI
Gambar : Istimewa

CIREBON (rq) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon sudah mengajukan anggaran untuk biaya Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak tahun 2021 sebesar 21 milyar rupiah.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Cirebon, H. Kasinah menjelaskan, pada awalnya DPMD Kabupaten Cirebon mengajukan anggaran biaya untuk Pilwu serentak sebesar 30 Miliar rupiah lebih, akan tetapi setelah berkoordinasi dengan Bappelitbangda nilai pengajuannya terkoreksi menjadi 21 milyar rupiah.

“Anggaran biaya Pilwu serentak  tahun 2021 di setiap Desa dari 135 Desa yang akan menyelenggarakan Pilwu serentak dipastikan akan berbeda, karena besarannya tergantung pada jumlah TPS yang ada dimasing – masing Desa,” ujar H. Kasinah.

Ia menambahkan, penetapan besaran biaya per TPS tersebut menyusul kebijakan proses pemilihan kuwu serentak dimasa pandemi Covid-19 yakni dengan memperbanyak TPS, dimana jumlah pemilih dalam 1 TPS maksimal 500 pemilih.

“Hal ini untuk meminimalisir kerumunan dan keramaian, sehingga bisa mencegah penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Sesuai dengan regulasi dalam Permendagri Nomor 72 tahun 2020, Pelaksanaan Pilwu tahun 2021 harus memperhatikan berbagai aspek, seperti pembatasan jumlah pemilih dalam satu TPS serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan Pilwu.

Sementara itu, Kepala Seksi Administrasi Pemerintahan dan Keuangan pada bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon Samsuri dalam pemberitaan mengungkapkan, Pemilihan Kuwu serentak Kabupaten Cirebon tahun 2021 lebih berat dari pilwu 2019, karena diikuti sebanyak 135 desa dan harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Perda perubahan pemilihan kuwu (pilwu) serentak Kabupaten Cirebon 2021 telah disahkan DPRD Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu, perubahan perda tersebut mengatur tata cara pemilihan dan pemungutan suara di masa pandemi Covid-19,” paparnya.

Pada pelaksanaannya nanti, lanjut Samsuri petugas di tiap TPS wajib dan harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti memakai sarung tangan, face shield dan hand sanitezer. Sedangkan bagi pemilih disediakan sarung tangan plastik dan handsanitezer serta menggunakan masker. Selain itu juga wajib tersedia sarana cuci tangan dengan air mengalir, sabun cuci tangan serta alat pengukur suhu tubuh atau thermogun.

“Insyallah dengan keseriusan Satgas penanganan Covid-19, termasuk panitia pilwu dan petugasnya bersama pemerintah dapat mencegah dan memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Sehingga perhelatan pesta demokrasi tingkat desa dapat berjalan lancar dan sukses,” ungkapnya.

Dengan telah disahkannya perda perubahan pilwu serentak Kabupaten Cirebon 2021, total anggaran pilwu serentak pun telah ditetapkan sebesar Rp 21.777.622.000 untuk membiayai kegiatan di 1.262 TPS dari 135 desa yang menyelenggarakan dan melaksanakan pilwu serentak.

“Tiap – tiap TPS akan mendapatkan alokasi anggaran yang sama senilai Rp 10 juta dan dialokasikan untuk kegiatan pelaksanaan pilwu serentak dari awal, proses tahapan hingga selesainya pemungutan suara, tetapi nilai itu bersifat sementara. Karena kepastiannya, masih menunggu keputusan Bupati Cirebon, apakah nantinya per TPS itu sama Rp 10 juta atau dilihat dari banyaknya jumlah DPT di tiap TPS,” pungkasnya. (red)

- Advertisement -