Perjuangan Buruh Yamakawa Tercapai, Pesangon Akhirnya Dibayar

Perjuangan Buruh Yamakawa Tercapai, Pesangon Akhirnya Dibayar

699
0
BERBAGI
Ketua DPC GRIB Kabupaten Cirebon, Edi Sukardi menunjukkan surat kesepakatan perihal pesangon dengan pihak perusahaan.

CIREBON (rq) – Setelah melalui proses yang panjang dan penuh perjuangan, akhirnya Kamis (9/7/2020), tuntutan buruh korban PHK Sepihak PT Yamakawa Rattan Industry dipenuhi oleh pihak perusahaan.

Dari sekitar 238 buruh yang di PHK oleh PT Yamakawa Rattan Industry, kurang lebih 60 diantaranya menolak dan meminta pendampingan kepada DPC GRIB Kabupaten Cirebon. Namun seiring berjalannya waktu, dari 60 tersebut, hanya tersisa kurang lebih 30 buruh yang masih bertahan dan menuntut haknya berupa pesangon. Mereka terus berjuang bersama DPC GRIB Kabupaten Cirebon agar pesangonnya di bayarkan.

Ketua DPC GRIB Kabupaten Cirebon, Edi Sukardi kepada Republiqu.com mengatakan, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota DPC GRIB Kabupaten Cirebon dan semua buruh korban PHK PT Yamakawa, yang telah berjuang untuk membela haknya sesuai Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

“Saya sangat mengapresiasi semangat dan niat kuat dari teman-teman semua. Baik itu seluruh keluarga besar GRIB Kabupaten Cirebon, juga teman buruh PT Yamakawa yang menjadi korban PHK. Alhamdulillah, apa yang telah kita perjuangkan selama ini tercapai dan menuai hasil yang kita inginkan. Semua itu karena kerja keras dan perjuangan yang kita lakukan selama ini,” terangnya melalui sambungan telepon, Kamis (9/7/2020).

Edi juga mengatakan, kesuksesan dari perjuangan buruh Yamakawa tersebut, juga tak lepas dari peran serta pemerintah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon, Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Polresta Cirebon dan semua unsur yang terkait, juga teman-teman media yang selama ini ikut mengawal dan memberitakan situasi perkembangan yang terjadi.

“Apa yang telah kami lakukan adalah sebuah bukti perjuangan dari penderitaan rakyat. Kami yakin pemerintah sudah berupaya sebaik mungkin. Tapi terkadang ada oknum-oknum yang juga ikut bermain, ditengah penderitaan rakyat tersebut, yang ujung-ujungnya hanya untuk mencari sebuah keuntungan pribadi. Itulah yang akan terus kami lawan sampai kapanpun,” tegas Edi.

Edi juga mengingatkan, kepada seluruh anggota DPC GRIB Kabupaten Cirebon beserta buruh PT Yamakawa Rattan Industry untuk tidak euforia terlalu berlebihan. Pasalnya, menurut Edi, hasil kesepakatan tersebut hanya berlaku bagi buruh PT. Yamakawa Rattan Industry, yang menerima kuasa pendampingan saja dari DPC GRIB Kabupaten Cirebon.

“Kami sangat menyadari, apa yang telah kita perjuangkan ini, melalui proses yang panjang dan melelahkan. Tenaga, pikiran serta kekuatan mental juga dipertaruhkan demi sebuah tujuan memerdekakan hak buruh korban PHK PT Yamakawa. Sekali lagi saya mengucapkan selamat dan semoga apa yang telah kita perjuangkan bersama ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya,” pungkas Edi mengakhiri. (is)

LEAVE A REPLY

twenty + twenty =