Peringati HUT, Kemala Bhayangkari Cegah Kangker Serviks

Peringati HUT, Kemala Bhayangkari Cegah Kangker Serviks

640
0
BERBAGI

Cirebon (R) – Dalam rangka hari jadi yayasan Kemala Bhayangkari yang ke 38 tahun 2018, pengurus yayasan Kemala Bhayangkari cabang Cirebon, berkerjasama dengan Puskesmas Karangsari, melaksanakan kegiatan deteksi dini kangkers Serviks bagi masyarakat, Jumat (16/5/2018).

Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Kabupaten Cirebon, Deppi Lestari, SE yang juga istri Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra mengatakan, kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran kepada kaum hawa, untuk memberikan pemahaman tentang bahaya kangker serviks.

“Penyakit kangker serviks ini, hanya menyerang wanita. Jika terinfeksi, bisa menyebabkan kematian. Tapi penyakit ini bisa dicegah, dengan deteksi dini melalui IVA tes. Ini yang sedang kita sosialisasikan, kepada anggota dan masyarakat, tentang bahaya dan cara pencegahannya,” kata Deppi.

Dikatakannya, melalui kegiatan tersebut, diharapkan ibu – ibu Bhayangkari bisa lebih sadar akan kesehatan dan juga bisa mendeteksi secara dini kesehatannya, di fasilitas pelayanan kesehatan. Hal tersebut di karenakan, perempuan lebih banyak terkena penyakit kangker, dibandingkan dengan pria.

“Saya berharap semoga kesadaran itu muncul dari dalam diri masing – masing. Jika tidak dicegah dari sekarang, mau sampai kapan. Mudah – mudahan kedepan Bhayangkari bisa lebih berperan aktif, berkarya, berkontribusi kepada masyarakat untuk kebaikan, dan bermaanfaat bagi sesama,” terangnya.

Ditambahkannya, tes kesehatan sejak dini tentang bahaya kangker serviks, bukan yang pertama kali dilakukan oleh yayasan Kemala Bhayangkari. Pada tahun sebelumnya, yayasan ini juga melakukan tes Pap Smear yang diadakan pada Hari Gerakan Bhayangkari.

“Kita akan berkomitmen untuk bersama – sama mencegah dan melawan kangker serviks. Penyakit ini sangat ditakutkan oleh para perempuan, karena dapat beresiko kematian. Semoga dengan gerakan ini, bukan hanya Bhayangkari saja yang sadar, masyarakat juga lebih aktif untuk menjaga kesehatannya,” tandasnya.

Sementara itu, kepala UPT Puskesmas Karangsari, Nurpatmawati mengatakan, melalui kegiatan Bhayangkari ini, masyarakat bisa lebih memahami manfaat dari IVA test, sebagai pencegahan dini gejala penyakit kangker serviks.

“Jangan takut memeriksa IVA test. Masyarakat diberi kesempatan dari yayasan Kemala Bhayangkari untuk melakukan pemeriksaan IVA test gratis. Masyarakat harus peduli kesehatannya dengan menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.

Dijelaskannya, langkah pertama dalam mendiagnosa seorang wanita apakah menderita kanker serviks, yang paling umum dilakukan adalah dengan melihat hasil tes Pap Smear dan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat).

“Untuk tahap awal, kanker serviks dicurigai menyerang, jika terdapat gejala seperti pendarahan vagina yang tidak normal atau nyeri saat berhubungan seks. Dokter akan melakukan serangkaian tes, untuk mendiagnosis kondisi pra-kanker berdasarkan gejala dan keluhan yang terjadi,” jelasnya.

Diterangkan Nurpatmawati, tes Pap Smear adalah tes skrining untuk mengetahui apakah seseorang memiliki penyakit atau kondisi tertentu, sebelum menyebabkan suatu gejala yang beresiko penyakit kangker.

“Ini bukan tes diagnostik. Hasil tes ini juga memberikan gambaran untuk mengetahui apakah kanker atau pra-kanker benar-benar ada. Tes yang digunakan meliputi kolposkopi (dengan biopi), penguraian endoserviks, dan biopsi kerucut,” terangnya.

Dirinya juga menjelaskan, pemeriksaan visual serviks, mencakup kombinasi sitologi serviks dan human papillomavirus (HPV). Menurutnya melalui pemeriksaan ini, walaupun spesifitasnya terbatas, namun bersifat ekonomis dan memberikan hasil yang sesegera mungkin.

“Inspeksi visual dapat dilakukan dengan sampel sel dari leher rahim (serviks), asam asetat (VIA) dan yodium lugol (VILI). Prosedur ini juga disebut sebagai inspeksi visual dengan acetic acid (VIA) atau inspeksi visual dengan VILI dan hanya butuh waktu kurang dari 30 menit,” paparnya.

Diterangkannya, syarat untuk dilakukan tes IVA, yang bersangkutan tidak sedang menstruasi dan juga tidak boleh sehabis melakukan hubungan suami istri. Hal tersebut untuk menjamin keakuratan hasil tes yang dijadikan diagnosa awal untuk mengetahui gejala kangker serviks.

“Dari jumlah yang mendaftar mengikuti kegiatan tes IVA ini sebanyak 170 orang. Yang menjalani pemeriksaan 90 orang, dari jumlah yang hadir 100 orang. Sisanya tidak lolos pemeriksaan. Jumlah tersebut terdiri dari, masyarakat, anggota Bhayangkari, PNS dan polwan. Penyebab kangker serviks adalah kebersihan organ kewanitaan dan perilaku seks bebas,” pungkasnya. (NR)

LEAVE A REPLY

3 × two =