Penagihan Material PT. MTS di Proyek PLTU 2 Cirebon Macet

Penagihan Material PT. MTS di Proyek PLTU 2 Cirebon Macet

730
0
BERBAGI
Lokasi proyek PLTU 2 Cirebon yang berada di desa Kanci kecamatan Astanajapura kabupaten Cirebon.

CIREBON (rq) – Pembangunan Proyek PLTU 2 Cirebon yang berlokasi di desa Kanci kecamatan Astanajapura kabupaten Cirebon,  kembali dihampiri persoalan. Kali ini adalah terkait pembayaran material yang macet oleh salah satu subcontractor mega proyek tersebut.

Perwakilan PT. Multi Teknik Semesta (MTS), Susan Pasti Ayu kepada media mengatakan, pihak PT. MTS mengirimkan sejumlah material berupa pipa yang ditujukan untuk pembangunan PLTU 2 Cirebon sejak bulan Juni 2020 lalu. Namun sampai dengan per saat ini, menurutnya belum ada pembayaran atas barang material yang sudah dikirimkan oleh PT. MTS tersebut.

“Kami meminta kepada pihak PT. Hyundai selaku maincount proyek PLTU 2 untuk ikut turun menyelesaikan permasalahan pembelian material dengan nama project : IBON2 PJT COAL HANDLING SYSTEM HEC, yang berada di lokasi Cirebon 2,1 x 1000MW Coal Fired Power Plant Project – Indonesia,” papar Susan, Senin (18/1/2021).

Dikatakannya, ia juga sudah meminta waktu kepada perwakilan PT. Hyundai selaku maincount proyek tersebut untuk membahas persoalan itu. Namun sayangnya, tidak ada perwakilan dari pihak PT. Hyundai yang bersedia untuk menemuinya.

“Saya sudah datang ke kantor Hyundai yang berada di lokasi project PLTU 2 Kanci. Rencananya mau membahas persoalan material PT. MTS ini dengan pihak Hyundai. Tapi waktu itu melalui Anjar, katanya tidak bisa menemui. Malah diarahkan untuk langsung ke perusahaan yang memesan materialnya saja. Saya malah dibilang salah alamat,” terangnya.

Susan juga mengakui, pihak PT. MTS sudah menghubungi langsung melalui pesan elektronik (e-mail) ke perusahaan yang memesan yaitu Sf Bogoplant Co. Ltd, namun tidak ada respon. Oleh sebab itu ia datang langsung ke PT. Hyundai untuk mencari solusi membahas persoalan tersebut agar bisa segera terselesaikan.

“Saya datang ke Hyundai itu mencari jalan keluar. Tapi tidak ada satu pun perwakilan dari pihak Hyundai yang bisa ditemui. Malah yang anehnya lagi, kata saudara Anjar tidak ada subcontractor atas nama SF Bogoplant di project PLTU 2. Kan aneh. Padahal jelas barang material itu dikirim ke project PLTU 2 Cirebon. Kami punya buktinya,” tegas Susan.

Demi segera terselesaikannya persoalan tersebut, Susan meminta kepada pihak PT. Hyundai untuk bertemu serta membahas penyelesaian persoalan tersebut. Pasalnya jika dilihat dari waktu pengiriman material itu, sudah 6 bulan pembayaran itu tertahan.

“Yang pasti kami sangat prihatin. Ini kan mega proyek. Kok bisa PT. Hyundai selaku maincount tidak tau siapa saja subcount yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut. Intinya kami hanya meminta material dari PT. Multi Teknik Semesta untuk segera dibayar. Intinya itu,” pungkasnya. (is)

- Advertisement -