Pembunuhan Di Lampu Merah Palimanan Diduga Sudah Direncanakan Pelaku

Pembunuhan Di Lampu Merah Palimanan Diduga Sudah Direncanakan Pelaku

4143
0
BERBAGI
Foto korban pembunuhan di lampu merah Palimanan beserta terduga pelaku sempat beredar di jejaring sosial facebook, tak sedikit komentar warganet yang mengecam tindakan pelaku.

CIREBON (rq) – Kasus pembunuhan Gunawan Saputra (41) warga desa Lungbenda Kecamatan Palimanan pada Jum’at (9/4/2021) lalu, sedikit demi sedikit mulai terkuak. Motif pembunuhan yang menimpa korban diduga dilatari oleh dendam pribadi antara pelaku dengan korban.

Tim media Republiqu.com mencoba menelusuri keterangan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) dekat lampu merah Palimanan. Namun tak banyak informasi yang didapat. Hanya saja mayoritas pedagang di sekitar TKP banyak yang mengenali korban. Tetapi kebanyakan dari mereka justru tidak mengetahui persis peristiwa tersebut.

Baca juga : Usai Dimakamkan, Istri Korban Pembacokan Di Palimanan Minta Pelaku Segera Ditangkap

Salah satu pedagang yang enggan namanya disebut mengungkapkan, sesaat sebelum kejadian korban memang sedang berada di TKP. Saat itu, sekitar pukul 16.00 WIB atau jam 4 sore, korban datang ke pangkalan. Korban juga sempat ngobrol sama salah satu supir bus. Tak lama berselang, segerombolan anak muda datang berboncengan dan menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam.

“Kejadiannya cepat sekali mas. Saya juga cuma liat dari jauh. Gak tahu persis awalnya gimana. Yang jelas waktu kejadian, ada bis yang lagi ngetime. Nah korban tuh katanya sempat ngobrol sama supir bis itu. Terus ya dateng gerombolan anak muda, langsung nyerang korban pake senjata tajam. Pas bisnya pergi, korban udah kegletak,” jelasnya kepada Republiqu.com, Minggu (18/4/2021).

Sementara itu, salah satu orang dekat korban Ikin Sodikin mengaku sempat didatangi korban 2 hari sebelum terjadi pembunuhan. Kepadanya, korban mengaku sedang punya masalah dengan terduga pelaku yang berinisial A alias bende. Diduga komplotan pelaku sedang mencari masalah dengan korban. Sehingga korban menceritakan hal tersebut kepada Sodikin.

Baca juga : 7 Hari Berlalu, Pelaku Pembunuhan Di Lampu Merah Palimanan Belum Tertangkap

“Diduga awal masalahnya itu lantaran korban menegur pelaku yang sering merampas hp anak sekolah. Diduga pelaku tidak terima ditegur seperti itu. Dari situ diduga pelaku terus mencari masalah dengan korban. Dua hari sebelum kejadian, korban datang ke saya cerita seperti itu. Minta solusi, tapi belum juga ditemukan dengan pelaku, korban keburu dibunuh oleh pelaku dan komplotannya,” ucap Sodikin.

Mendengar kejadian pembunuhan tersebut, sontak Sodikin pun kaget. Ia menganggap tak sepantasnya korban dibunuh dengan keji seperti itu. Apalagi menurutnya persoalan tersebut hanya kesalahpahaman yang bisa diselesaikan lewat jalur kekeluargaan. Namun apa daya, korban saat ini sudah meninggal dunia. Ia meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap terduga pelaku A alias bende beserta komplotannya dan menghukumnya sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku.

Advertisement

“Sebelum saya bicara seperti ini. Saya sudah telusuri semua yang kenal dengan korban. Termasuk yang saat itu ada di lokasi kejadian pembunuhan. Korban ini diduga memang sengaja ingin dilenyapkan atau dibunuh oleh para komplotan pelaku. Karena diduga korban sering menegur aksi komplotan pelaku saat menjabret anak sekolah. Saya harap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan komplotannya untuk secepatnya diadili,” pungkas Sodikin. (is)

- Advertisement -