Pemberlakuan PPKM, Tim Satgas Perketat Razia Masker

Pemberlakuan PPKM, Tim Satgas Perketat Razia Masker

509
0
BERBAGI
Dokumentasi pelaksanaan razia masker kepada masyarakat pada bulan Juli 2020 yang dilasanakan oleh Satpol PP Kabupaten Cirebon.

CIREBON (rq) – Kebijakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kabupaten Cirebon mulai 11 – 25 Januari 2021 mulai diterapkan.

Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, melalui Bidang Penegakan Hukum dan Kedisiplinan, Dadang Priyono mengungkapkan, tindak lanjut dari kebijakan PPKM itu adalah diperketatnya pelaksanaan razia masker disejumlah titik yang melintasi lajur jalan provinsi.

“Ada empat chek point yang juga akan melaksanakan penertiban warga yang melanggar protokol kesehatan. Yang paling utama adalah penggunaan masker,” ujarnya, Selasa (12/1/2021).

Selain razia masker, Dadang juga mengungkapkan, ada pembatasan bagi pelaku usaha terkait jam operasional yang diberlakukan. Untuk pedagang tradisional sampai jam 17.00 WIB, sementara untuk pasar modern seperti minimarket dan supermarket dibatasi sampai pukul 19.00 WIB.

-Advertorial-

“Sebenarnya hampir sama dengan PSBB, hanya saja ini tidak diberlakukan di semua daerah. Kabupaten Cirebon masuk dalam salah satu daerah yang memberlakukan pembatasan itu. Jadi semua kegiatan masyarakat akan dibatasi. Contohnya pasar tradisional dari jam 02.00 – 17.00 WIB, dan pasar modern maksimal operasionalnya sampai 19.00 WIB,” paparnya.

Dadang berharap dengan kembali diberlakukannya pembatasan kegiatan sosial tersebut, tingkat kesadaran masyarakat kembali meningkat. Terutama dalam hal penerapan standar protokol kesehatan. Ia juga mengatakan pemerintah Kabupaten Cirebon tak segan memberikan sanksi berat bagi masyarakat yang lalai dan dengan sengaja melanggar protokol kesehatan.

“Razia ini kan bukan cuma sekali, dua kali mas. Tapi sudah beberapa kali. Sering lah kami melakukan razia masker di beberapa titik keramaian. Tapi ya gitu, ada saja yang melanggar. Yang pasti kami berharap masyarakat bisa lebih taat dan patuh soal protokol kesehatan,” pungkasnya. (is)

- Advertisement -