Pelapor Ketua DPRD Pertanyakan Perkembangan Laporannya Ke Polresta Cirebon

Pelapor Ketua DPRD Pertanyakan Perkembangan Laporannya Ke Polresta Cirebon

562
0
BERBAGI
Deden Iskandar, Warga Kanci yang melaporkan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, atas buntut kericuhan saat audensi dengan para kuwu beberapa waktu lalu.

CIREBON (rq) – Sudah 3 minggu berlalu, Pelapor Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Deden Iskandar, mendatangi Mapolresta Cirebon. Ia bermaksud mempertanyakan perkembangan laporannya sudah sejauh mana ditindaklanjuti.

Kepada Republiqu, Deden mengaku, sudah mendatangi Mapolresta Cirebon sebanyak empat kali untuk menanyakan perkembangan pelaporannya. Pasalnya, selama itu, ia tidak mendapatkan informasi apapun perihal perkembangan penanganan pelaporannya dari pihak Polresta Cirebon.

“Hari ini berarti yang ke empat kali, untuk mempertanyakan Dumas saya pertanggal 16 Juni. Sampai saat ini, tiga minggu belum ada tindak lanjut dari pihak Polresta Cirebon. Baik dari Kanit, Kasat Intel maupun Kasat Reskrim,” jelasnya, Rabu (1/7/2020).

Deden juga mengaku, sampai persaat ini ia belum menerima informasi apapun dari pihak kepolisian mengenai pelaporannya. Menurutnya, dari semua yang ditemuinya tidak ada satu pun yang berani mengeluarkan alasan tindak lanjut pelaporannya itu.

“Saya sudah mempertanyakan, Dumas itu, dari Kanit, kemudian ke Reskrim, Reskrim ke SIUM, lalu ke Kasat Intel. Kasat Intel saya datangi lagi katanya sekarang (berkasnya, red) ada di Kasat Reskrim. Makanya kita juga bingung, ini kasus sampai dimana,” paparnya.

Deden juga menegaskan, apabila di Polresta Cirebon tidak ditangani, ia akan mengajukan ke Mabes Polri. Ia berharap, laporannya tersebut bisa ditindaklanjuti oleh Polresta Cirebon.

“Harapan saya bisa ditindaklanjuti sesuai intruksi maklumat dari Kapolri terkait Covid-19, protokolernya. Jadi jangan sampai membuat aturan dilanggar sendiri. Jangan sampai pribahasa (hukum, red) tajam ke bawah dan tumpul ke atas itu terjadi di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.

Sementara itu, Tim Republiqu mencoba klarifikasi melalui Kasat Intel, Kamis (2/7/2020), namun yang bersangkutan tidak dapat ditemui. Bahkan, saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, yang bersangkutan pun tidak merespon. (is)

LEAVE A REPLY

5 × one =