Meriahnya Adat Tradisi Kirab Budaya Gegesik

Meriahnya Adat Tradisi Kirab Budaya Gegesik

658
0
BERBAGI
Salah satu kreasi seni masyarakat Gegesik dalam memeriahkan tradisi kirab budaya Gegesik.

CIREBON (R) – Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah, tumpah ruah berkerumun di wilayah Gegesik. Dengan antusias, masyarakat memadati jalan raya Arjawinangun -Gegesik, Minggu (25/11/2018).

Kedatangan masyarakat bukan tanpa sebab, mereka ingin menyaksikan dan melihat langsung parade kirab budaya yang di adakan masyarakat kecamatan Gegesik kabupaten Cirebon, dalam rangka peringatan maulid nabi Muhamad SAW 1440 H.

Banyaknya masyarakat yang hadir mengakibatkan jalan Arjawinangun – Gegesik, mengalami kemacetan beberapa jam. Meski sempat kerepotan, petugas Kepolisian yang dibantu TNI dan masyarakat, dapat mengurai kemacetan yang terjadi, usai di selenggarakanya kirab budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga kabupaten Cirebon, H. Hartono mengatakan, melihat animo masyarakat yang sangat luar biasa dan banyaknya kreasi seni yang ditampilkan, pihaknya akan berupaya untuk di jadikan agenda pariwisata nasional.

“Agenda seperti ini akan kami dorong, agar kedepan ini bisa dijadikan destinasi wisata nasional. Sehingga tidak hanya masyarakat sekitar yang hadir, akan tetapi wisatawan asing juga dapat menyaksikan kemeriahannya,” ungkapnya.

Sementara itu camat Gegesik Udin Syafrudin menuturkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya dalam mensyiarkan agama Islam di wilayah Gegesik pada jamannya. Pemerintah juga berupaya untuk terus melestarikan seni dan budaya yang ada di wilayah Gegesik sebagai tradisi asli masyarakat setempat.

“Selain untuk syiar Islam pada jaman dahulu, kami ingin generasi muda juga dapat mencintai adat dan budaya warisan leluhur, agar kelestarian budaya yang banyak dan beragam disini, bisa terus terjaga dan tetap lestari,” jelasnya.

Ketua panitia Maulid Nabi, Rosadi menjelaskan, dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi kali ini, tidak hanya diadakan kirab budaya nasional saja, akan tetapi ada serangkaian kegiatan yang lain.

“Selain kirab budaya kami juga melaksanakan kegiatan bakti sosial, khitanan masal sebanyak 44 anak, pemberian santunan untuk para dhuafa dan juga santunan untuk para ulama yang berada di lingkungan kami,” tukasnya. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

5 × one =