LSM Laskar NKRI Sikapi Sejumlah Dugaan Kasus Korupsi di Cirebon

LSM Laskar NKRI Sikapi Sejumlah Dugaan Kasus Korupsi di Cirebon

381
0
BERBAGI
Ketua LSM Laskar NKRI Kabupaten Cirebon, Kang Jaya (kiri) saat audensi dengan Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

CIREBON (R) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar NKRI Cirebon, melakukan serangkaian audiensi di beberapa instansi pemerintah. Diantaranya adalah Dinas PUPR Kabupaten Cirebon, Kecamatan Sumber dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Selasa (11/2/2020).

Hal tersebut berkaitan dengan beberapa proyek pembangunan yang dilaksanakan dinas PUPR Kabupaten Cirebon. Kemudian berkaitan dengan laporan dugaan adanya pungutan liar mengenai program PTSL Kelurahan Pejambon Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon yang dilaporkan LSM Laskar NKRI ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

Ketua LSM Laskar NKRI Kabupaten Cirebon, Muhammad Yahya Jaya mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut awalnya merupakan aksi unjuk rasa damai di 3 titik yaitu Dinas PUPR, Kantor Camat Sumber dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon. Namun hal tersebut diurungkan dan berganti menjadi audiensi sesuai balasan surat dari Polresta Cirebon.

“Awalnya kami ingin mengadakan aksi unjuk rasa dengan membawa massa sekitar 700 orang. Tapi karena dari kepolisian itu mengarahkan untuk menjaga kondusifitas adalah audiensi dulu, akhirnya kami membatalkan aksi unjuk rasa yang diganti dengan audiensi. Kami juga harus bernegosiasi alot dengan rekan – rekan LSM Laskar NKRI yang lain,” terangnya.

Ia melanjutkan, untuk di PUPR, pihaknya membahas terkait hasil investigasi anggotanya yang menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Cirebon.

“Di sana kita membicarakan terkait temuan – temuan berdasarkan hasil investigasi anggota dilapangan yang disinyalir terjadi penyimpangan. Diantaranya seperti dugaan mark up anggaran dan dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Namun kami kecewa Kepala Dinas tidak menemui, hanya Kepala Bidang saja. Yang dihadapkan ke kami hanya pionir-pionir kecilnya saja. Paling tinggi Kepala Bidang yang notabene tidak memiliki kebijakan keputusan apapun,” lanjutnya.

Pria yang akrab disapa kang Jaya itu pun menambahkan, untuk di kantor Kecamatan Sumber, ia menceritakan hanya melakukan kegiatan doa bersama. Dengan harapan, barokah doa tersebut menjadi efek positif. Sehingga tidak terjadi pikiran yang kotor terkait adanya KKN yang dilakukan para pegawai di lingkungan Kecamatan Sumber.

“Untuk di Kejaksaan kami menanyakan laporan mengenai PTSL di Kelurahan Pejambon. Kami ditemui oleh Kasi Pidum serta Kasi Intel yang menjamin bahwa kasus ini tetap berjalan. Kami berharap supermasi hukum dapat di tegakkan selurus – lurusnya. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai menemukan titik terang, seterang – terangnya,” pungkas Ketua LSM Laskar NKRI Cirebon. (ta)

LEAVE A REPLY

three × two =