Lepas Aktifitas, Wakil Walikota Nikmati Santapan Nasi Kuning Kaki Lima

Lepas Aktifitas, Wakil Walikota Nikmati Santapan Nasi Kuning Kaki Lima

571
0
BERBAGI
Wakil Walikota Cirebon, Hj. Eti Herawati saat menikmati nasi kuning kaki lima di kawasan Kesambi kota Cirebon.

CIREBON (rq) – Menjalani aktifitas yang padat sebagai Wakil Walikota Cirebon, tentunya sangat menguras pikiran dan energi. Namun itu tidak menjadi halangan bagi perempuan yang akrab disapa Hj. Eti ini. Ia menjalaninya dengan ikhlas dan penuh rasa syukur dan selalu semangat.

Namun siapa sangka, orang nomor dua di Kota Cirebon itu, ternyata hobby wisata kuliner kaki lima dan sering mampir hanya untuk sekedar mengisi perutnya yang lapar, usai menjalani aktifitasnya sebagai Wakil Walikota Cirebon.

Benar saja, salah satu Jurnalis media Republiqu. com, secara tak sengaja menjumpai orang nomor dua di Kota Cirebon itu tengah menikmati santapan makan malamnya. Kali ini tempat makan yang ia singgahi adalah salah satu warung Nasi Kuning kaki lima Ibu Mari, yang berlokasi di jalan Kesambi nomor 35 dekat rel kereta api Lawanggada.

Kepada jurnalis media Republiqu, Hj. Eti mengaku sering mengelilingi pedagang kaki lima di Kota Cirebon. Tak hanya Nasi Kuning, ia juga sering makan nasi jamblang, docang, empal gentong dan makanan khas Cirebon lainnya, yang hampir semuanya itu pedagang kaki lima.

“Sering mas makan di pinggir jalan begini. Kadang kalau kita pulang malam – malam sering makan nasi kuning. Depannya juga ada docang. Dari jaman kampanye sampai sekarang. Kan makan nasi kuning gak harus pagi ya. Di Cirebon sih malam hari juga ada nasi kuning,” ucapnya Senin, (21/12/2020) sekitar pukul 22.30 Wib.

Hj. Eti mengaku paling hobby makan di kaki lima. Ia menganggap makanan khas Cirebon sudah melekat di lidahnya. Disepanjang jalan Kesambi, menjadi salah satu tempat favorit yang ia tuju di malam hari selepas aktifitasnya mengurusi segala persoalan di Kota Cirebon.

“Ya memang begini, paling hobby makan di kaki lima. Kaya gini, malam – malam di daerah sini sepanjang jalan gudang, makanannya cocok. Banyak banget pedagang kaki lima sih disitu. Ada sate, bubur ayam, bubur sop di Veteran. Kalau nasi jamblangnya bu Fitri,” paparnya.

Tak hanya di Kota Cirebon, ternyata tempat makan kaki lima favorit Wakil Walikota Cirebon ini juga sampai ke Kabupaten Cirebon. Termasuk bubur sop dekat pasar Sumber yang katanya rasanya enak.

Sementara itu, disinggung mengenai antisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon menjelang tahun baru, Hj. Eti menghimbau untuk tidak melakukan konvoi apalagi kumpul – kumpul diluar rumah.

“Pak Walikota sudah mengeluarkan himbauan untuk tidak merayakan tahun baru, baik konvoi kendaraan bermotor ataupun kumpul – kumpul diluar rumah. Jadi lebih baik menghabiskan malam tahun dirumah saja dengan seluruh anggota keluarga,” himbaunya.

Advertorial

Sementara itu, menurut keterangan Irma, anak pemilik warung nasi kuning Ibu Mari,  mengatakan, ibunya sudah berjualan Nasi Kuning sejak tahun 2002. Namun sejak 5 tahun terakhir, setelah ibu Mari wafat, ia meneruskan usaha nasi kuningnya tersebut.

“Kalau mulai berjualan itu tahun 2002 mas. Ibu Mari meninggal tahun 2015. Lalu diteruskan oleh saya. Kalau warungnya sendiri buka dari jam setengah 6 sore sampai jam 2 pagi. Memang jualannya dari sore sampai pagi,” ujarnya.

Irma juga mengaku, selama Pandemi Covid-19 ini, omsetnya mengalami penurunan sangat tajam. Biasanya untuk satu malam saja, di hari biasa, habis sampai 33 kg beras. Dan di malam minggunya bisa mencapai 36 kg beras.

“Selama Covid ini jelas turun banget mas. Biasanya semalem 33 kg beras, sekarang cuma 25 kg. Apalagi pas PSBB waktu itu. Kan dibatasi cuma sampai jam 9 malam. Terjun sekali mas,” akunya.

Irma juga mengaku, selama pandemi Covid-19 belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Namun itu tidak menjadikan usahanya terhenti. Ia hanya berharap usahanya bisa kembali normal seperti semula lagi.

“Alhamdulillah mas, belum pernah dapat bantuan dari pemerintah. Tapi ya gak apa – apa. Yang penting pengennya saya mah bisa normal lg jualannya seperti sebelum Covid. Untuk pegawai sendiri dirumah yang bagian masak ada 3 orang dan di warung 4 orang, jadi totalnya 7 orang. Semua mayoritas saudara mas,” pungkasnya.

Untuk menikmati satu porsi nasi kuning di warung ibu Mari, cukup hanya merogoh kocek Rp 6.000,- saja. Namun jika ditambah telor, seporsinya menjadi Rp 9.000,- dan dengan tambahan ayam Rp 14.000 per porsi. Tersedia juga aneka gorengan, dari harga seribu rupiah sampai tiga ribu rupiah. (is)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

7 + 10 =