Lama Menghilang, Apa Kabar Kasus BMT Global Insani ?

Lama Menghilang, Apa Kabar Kasus BMT Global Insani ?

507
0
BERBAGI
Ilustrasi : Investasi memang menggiurkan, apalagi jika keuntungan yang dijanjikan banyak dan berlipat - lipat, waspadalah.

CIREBON (rq) – Bak hilang ditelan bumi, mungkin seperti itulah pepatah yang menggambarkan penanganan kasus dugaan Investasi Bodong berkedok program haji PT. Surabraja Mandiri melalui BMT Global Insani.

Lama tak terdengar kabar beritanya, bagaimanakah perkembangan kasusnya sekarang ini, apakah sudah dihentikan atau masih tetap berjalan ?.

Seperti di ketahui bersama, kasus investasi bodong berkedok program haji BMT Global Insani muncul pada tahun 2017 silam. Saat itu, para investor yang juga calon jemaah haji BMT Global Insani, marah akibat gagal diberangkatkan haji. Dari situlah dugaan praktek investasi bodong itu terkuak ke permukaan dan media pun ramai-ramai memberitakan persoalan tersebut.

BMT Global Insani yang berkantor di Kecamatan Plumbon dan Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, mulanya menawarkan produk investasi Al Qiradh kepada masyarakat, yang dibanderol perpaket sebesar Rp 8 juta dengan prinsip bagi hasil.

advertorial

Namun seiring berjalannya waktu, dana investor yang berhasil dikumpulkan oleh BMT Global Insani, yang nilainya mencapai puluhan milyar itu, rupanya diduga disalurkan ke PT. Surabraja Mandiri  (PT. SBM), yang bekerja sama dengan pihak lain untuk mengelola perkebunan jabon dan jahe seluas 116 Ha di daerah Ciemas, Sukabumi.

Setelah 3 tahun berlalu, apa yang dijanjikan pihak BMT Global Insani kepada investor tidak sesuai kenyataan. Para investor tidak mendapat bagi hasil bahkan pokoknya pun ludes. Mereka berdalih mengalami gagal panen, sehingga resikonya ditanggung bersama antara BMT Global Insani dan para investor selaku pemilik modal.

Bahkan, untuk menyakinkan investor soal kegalalan tersebut, PT. SBM dinyatakan bangkrut alias pailit berdasarkan putusan Pengadilan Niaga pada tanggal 30 Maret 2017 Nomor 12/Pdt.Sus-Pailit/2017/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Namun kasus hukum tetap berlanjut. Bahkan saat itu Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat juga turun menyelidiki kasus dugaan investasi bodong BMT Global Insani. Hasilnya pada Januari 2019 lalu, Polres Cirebon (sekarang Polresta Cirebon, red) sudah menggelar konfrensi pers terkait penanganan kasus tersebut.

Bahkan Kapolres saat itu, AKBP Suhermanto, menetapkan sejumlah petinggi BMT Global Insani dan PT. Surabraja Mandiri, sebagai tersangka, yang diantaranya adalah HB, HA, YEB, AFB, ASK, dan HJ.

Sejak saat itulah kasus BMT Global Insani dan PT. Surabraja Mandiri itu tidak terdengar lagi perkembangannya. Bahkan sampai dengan saat ini pun, diduga belum ada penahanan tersangka yang diamankan oleh pihak penyidik Polresta Cirebon. Jadi sejauh manakah penanganan kasus BMT Global Insani dan PT. SBM, Sudah di SP3 kan kah apa belum ?. (tim)

LEAVE A REPLY

nine − eight =