Kementan Dan BKP RI Kunjungi KRPL Pertanian Warga Budur

Kementan Dan BKP RI Kunjungi KRPL Pertanian Warga Budur

154
0
BERBAGI
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Cirebon, H. Muhidin bersama rombongan mendampingi kunjungan Kepala BKP RI dalam rangka pengembangan ketahanan pangan masyarakat berbasis KRPL di KWT Sumber Rejeki desa Budur.

CIREBON (rq) – Program Ketahanan Pangan berbasis Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), tengah digencarkan oleh pemerintah, baik pusat ataupun daerah. Hal tersebut sebagai langkah upaya pemulihan dampak Covid-19, yang sampai saat ini kasusnya masih terus mengalami peningkatan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan RI, DR Agung Hendriyadi, dalam kunjungannya di salah satu KRPL Kelompok Wanita Tani Sumber Rejeki Desa Budur mengatakan, dengan adanya KRPL yang tumbuh subur, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat bisa tersedia setiap saat.

“Minimalnya untuk makan sehari-hari, masyarakat tidak perlu beli. Cukup petik dari pekarangan rumah. Itu bisa menghemat uang belanja. Jadi tidak perlu ke pasar setiap hari. Sayur mayurnya fresh,” ujarnya, saat ngobrol-ngobrol santai dengan KWT Sumber Rejeki, Selasa (8/9/2020).

Kepala BKP RI, mengakui pemerintah pusat telah memberikan bantuan senilai Rp 50 juta dan Rp 15 juta kepada Kelompok Wanita Tani Sumber Rejeki. Harapannya itu sebagai stimulan agar KWT Sumber Rejeki tersebut dapat memenuhi segala kebutuhannya untuk peningkatan hasil pertanian yang lebih baik.

“Saya berharap, KWT Sumber Rejeki ini menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain. Ini bukti bahwa masyarakat mampu bertani meskipun luas lahannya terbatas. Dengan memanfaatkan pekarangan, aneka jenis sayur mayur bisa tumbuh subur,” paparnya.

Advertorial

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, H. Muhidin yang ikut mendampingi kunjungan tersebut mengatakan, jumlah KRPL di Kabupaten Cirebon ada sekitar 19 Kelompok yang telah mendapatkan bantuan dari pusat. Tahun depan menurutnya ada sekitar 12 kelompok yang akan mendapatkan bantuan juga dari pusat.

“Tahun depan 12 kelompok rencananya akan diberikan bantuan dari pusat. Sementara dari APBD Kabupaten Cirebon ada sebanyak 24 kelompok. Bahkan bukan cuma masyarakat saja, setiap Polsek di Kabupaten Cirebon sekarang ada KRPL’nya, perintah Kapolresnya langsung,” ungkapnya.

H. Muhidin juga mengatakan, program Ketahanan Pangan Masyarakat kedepan bukan hanya pemerintah pusat dan daerah saja. Menurutnya kewenangan lumbung pangan masyarakat adalah kewajiban APBD, sementara lumbung pangan desa adalah kewenangan desa yang menyiapkan melalui anggaran dana desa.

“Untuk mewujudkan Ketahanan Pangan memang harus semuanya turun tangan. Bukan cuma pusat dan daerah saja. Desa juga harus mampu mendorong masyarakat agar mandiri pemenuhan kebutuhan pangannya. Sebatas informasi, Cadangan Persedian Pangan Daerah (CPPD) di Kabupaten Cirebon saat ini sebanyak 272 ton gabah kering giling atau setara 168 ton beras,” pungkasnya. (is/ta)

LEAVE A REPLY

fourteen + 15 =