Kejari Kabupaten Cirebon Konfrensi Pers Penetapkan Tersangka ASN

Kejari Kabupaten Cirebon Konfrensi Pers Penetapkan Tersangka ASN

620
0
BERBAGI
Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon menggelar Konfrensi Pers penetapan tersangka.

CIREBON (rq) – Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon menetapkan status tersangka kepada M yang menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon dan D salah satu pejabat di dinas tersebut.

Keduanya diduga terlibat dalam kasus stok cadangan pangan berupa gabah kering milik Pemerintah Kabupaten Cirebon tahun pengadaan 2019.

Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Hutamrin kepada awak media saat press release di Kantor Kejaksaan setempat, Selasa (9/3).

Dalam penjelasannya, Hutamrin mengungkap, ada kesalahan pengelolaan stok gabah sisa tahun 2019 sebanyak 90.719 Kg milik Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon yang disimpan di gudang cadangan pangan pemerintah daerah.

Bedasarkan penyelidikan pihak Kejaksaan Negeri, Hutamrin mengatakan, sebanyak 9.000 Kg  gabah digunakan oleh tersangka M dan 21.000 kg lainnya digunakan oleh tersangka D. Sementara 60.719 kg gabah lainnya dikirim ke pihak swasta tanpa ada dasar hukum.

“Jadi gabah sebanyak 60.719 kg digiling menjadi beras sebagian telah disalurkan kepada masyarakat dan sebanyak 21.000 kg beras disuruh dijual oleh tersangka M dan D dimana penjualan tersebut tidak dicatatkan sebagai penerimaan dinas atau daerah dan tanpa ada persetujuan Bupati Cirebon, melainkan tersangka M dan D meminta uang dari pihak swasta tersebut,” papar Hutamrin.

Menurutnya, penetapan tersangka pada M dan D dilakukan setelah penyidik mendapatkan bukti-bukti adanya aliran dana kepada dua orang tersebut dari pihak swasta.

“Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 27 orang saksi dan melakukan penyitaan terhadap bukti terkait,” tegasnya

Hutamrin menambahkan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon menetapkan tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka nomor : B-01/M.2.29/Fd.1/02/2021 tanggal 19 Februari 2021 atas nama tersangka M. Sedangkan Penetapan tersangka D berdasarkan surat nomor : B-02/M.2.29/Fd.1/02/2021 tanggal 19 Februari 2021.

Namun terkait penetapan status tersangka tersebut, kuasa hukum M, mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Sumber dengan nomor register 1/Pid.Pra/2021/PN.Sbr tertanggal 26 Februari 2021.

Berdasarkan informasi SIPP PN Sumber menyebutkan Sah atau Tidaknya Penetapan Status Tersangka terhadap PEMOHON yang diduga telah melakukan tindak pidana KORUPSI TERHADAP HILANGNYA STOK CADANGAN PANGAN BERUPA GABAH KERING PENGADAAN TAHUN 2019 PADA GUDANG CADANGAN PANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN CIREBON DESA CISAAT KECAMATAN DUKUPUNTANG sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 2 AYAT (1) UNDANG-UNDANG RI No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang-undang RI No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Subsidair: Pasal 3 undang-undang RI No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang-undang RI No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (on/is)