Jangan Asal Semprot Disinfektan, Wajib Pakai APD

Jangan Asal Semprot Disinfektan, Wajib Pakai APD

245
0
BERBAGI
dr. H. Edi Susanto, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon

CIREBON (rq) – Berbagai upaya tengah dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus Corona yang kian hari kian masif. Tidak hanya pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pemerintah desa semuanya bersama – sama, bahu-membahu melawan virus Corona dan penyebarannya.

Salah satunya tindakan perlawanan itu adalah penyemprotan disinfektan di berbagai fasilitas umum mulai dari jalan raya, sarana ibadah, gedung pendidikan, lingkungan masyarakat bahkan ke rumah – rumah penduduk. Namun tidak sedikit yang masih belum memahami terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) cara penyemprotannya.

Melihat hal tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dr. H. Edi Susanto mengatakan, masalah penyemprotan disinfektan, sangat dianjurkan guna mematikan virus yang berada dilingkungan. Namun menurutnya jika hal tersebut dilakukan juga untuk manusia, ia menilai perlu adanya pertimbangan lagi.

“Untuk manusia lebih baik mandi pake sabun dan cuci tangan, itu jelas sangat efektif. Kalau untuk lingkungan jelas ada manfaatnya. Karena virus itu kan tidak terlihat. Jadi adanya penyemprotan disinfektan sangat dianjurkan untuk membunuh kuman. Tapi perlu diperhatikan, komposisi bahan bakunya dan takarannya. Agar komposisi tersebut betul – betul bisa membunuh kuman. Masyarakat juga harus memahami terkait rumus – rumus serta takaran dan komposisi pembuatan disinfektan itu,” terangnya, Selasa (7/4/2020).

dr. Edi juga menjelaskan, dampak penyemprotan disinfektan jika terkena tubuh manusia dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan, apabila komposisi dan zat pembuat disinfektan tersebut tidak sesuai, baik bahannya maupun takarannya.

Oleh karena itu menurutnya, Dinas Kesehatan telah melakukan sosialisasi kepada pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa tentang rumus serta komposisi dan cara pembuatan disinfektan agar aman untuk tubuh.

“Kalau pengaturan rumus dan racikan pembuatan disinfektan tersebut tidak sesuai sangat berbahaya. Disinfektan itu apabila terkena mata, bisa menimbulkan iritasi, dapat menimbulkan alergi pada kulit. Kalau terhirup juga dampaknya tidak bagus. Maka dari itu bahan – bahan yang digunakan harus sudah terjamin keamanannya, baik untuk tubuh, baju maupun yang lainnya terutama aman untuk anak – anak,” terangnya.

dr. Edi juga mengatakan, pemerintah sudah memberikan selembaran, informasi tentang takaran – takaran dan bahan baku pembuatan disinfektan itu kepada pemerintah kecamatan maupun desa – desa agar penggunaan bahan bakunya tidak berlebihan. Ia mengatakan bahan tersebut harus sesuai dengan apa yang dianjurkan Kementerian Kesehatan, sehingga bisa dipastikan aman penggunaannya.

“Kami menghimbau untuk petugas penyemprotan dan masyarakat yang hendak melakukan penyemprotan, agar menggunakan pakaian yang standar sesuai SOP penyemprotan, menggunakan helm pelindung, masker, kacamata serta menggunakan sepatu khusus. Kami memaklumi hal tersebut belum bisa dilaksanakan sepenuhnya oleh masyarakat,” jelasnya.

dr. Edi mengatakan, memberikan sosialisasi dan informasi yang preventif dan edukatif kepada masyarakat merupakan salah satu tupoksi tugas Dinas Kesehatan. Hal itu juga merupakan tindak lanjut atas surat edaran Bupati Cirebon. Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, diharapkan masyarakat bisa mengerti bagaimana menjaga kesehatan diri pribadi dan lingkungannya.

“Mari kita pahami apa itu social distancing, pentingnya menggunakan masker dan yang paling utama mematuhi himbauan yang telah disampaikan pemerintah, agar penyebaran virus Corona dapat segera dihentikan,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

2 × three =