Jaksa Penyidik Seret Terduga Penadah Korupsi Alsintan Berinisial S

Jaksa Penyidik Seret Terduga Penadah Korupsi Alsintan Berinisial S

279
0
BERBAGI
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Tommy Kristanto, SH., M.Hum (tengah) , bersama Kasi Pidsus, Suwanto (kiri) dan Kasi Intel, Wahyu Oktoviandi (kanan) saat menggelar Konfrensi Pers penetapan tersangka baru kasus dugaan Korupsi Alsintan.

CIREBON (rq) – Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Tommy Kristanto, SH., M. Hum, bersama dengan Kasi Intel dan Kasi Pidsus, kembali menggelar Konfrensi Pers perihal penetapan tersangka baru dalam pengembangan kasus dugaan korupsi Alat Mesin Pertanian (Alsintan) pada Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, yang diselenggarakan di aula Kejaksaan, Senin Sore (24/8/2020).

Dalam konfrensi Pers tersebut, Kajari mengumumkan penetapan tersangka baru dalam pengembangan kasus dugaan korupsi Alsintan yang sebelumnya menyeret 2 oknum ASN Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, yaiti berinisal FF dan P. Namun, dalam penetapan tersangka kali ini, jaksa penyidik menyeret salah seorang pengusaha berinisial S sebagai tersangka, karena diduga perannya menjadi penadah jual beli bantuan alsintan tersebut.

“Berdasarkan hasil ekspose perkara dugaan korupsi Alsintan ini, berdasarkan dua alat bukti yang cukup, penyidik kemudian menetapkan satu tersangka baru berinisial S. Yang bersangkutan adalah seorang pengusaha, yang diduga menjadi penadah atau jual beli bantuan Alsintan pada Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Dikatakan Kajari, tersangka berinisial S ini diduga membeli atau menampung alat-alat pertanian yang dijual oleh oknum pejabat Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon. Ia mengharapkan dengan penetapan satu orang tersangka baru berinisial S tersebut, pengembangan kasus dugaan korupsi alsintan di Kabupaten Cirebon, dapat dituntaskan dan semakin transparan.

“Melalui konfrensi pers ini, kami juga ingin menunjukkan kepada publik, bahwa penyidik Kejaksaan Kabupaten Cirebon, benar-benar bekerja dalam menuntaskan kasus korupsi Alsintan di Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon. Mungkin ada masyarakat yang meragukan pengembangan kasus ini, tapi kami buktikan dengan penetapan tersangka baru berinisial S, yang juga ada kaitannya dengan korupsi Alsintan di Kabupaten Cirebon,” paparnya.

Kajari juga mengatakan, terkait adanya keterlibatan Kepala Dinas Pertanian kabupaten Cirebon, H. Ali Effendi, dalam kasus korupsi Alsintan tersebut, tim penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon masih terus mendalami kemungkinan adanya dugaan tersebut. Pasalnya menurut Kajari, Tersangka S ini diduga adalah spesialis penadah bantuan-bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon.

“Jaksa Penyidik telah menetapan S sebagai tersangka pada 18 Agustus 2020 lalu, setelah mendapatkan dua alat bukti yang cukup. Kepala Dinas (pertanian, red) sudah kita mintai keterangan juga terkait kasus ini, tapi (terkait keterlibatannya, red) belum kelihatan benang merahnya,” jelas Kajari.

Dengan terus bertambahnya tersangka dalam kasus dugaan Korupsi Alsintan di Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Kajari juga berencana memberikan catatan-catatan terkait celah ataupun modus operandi yang dimanfaatkan oleh para oknum ASN untuk melakukan korupsi kepada Bupati Cirebon, agar kedepannya bisa dijadikan bahan evaluasi.

“Sudah empat tersangka yang sudah kita tetapkan dalam kasus Korupsi Alsintan ini. Pertama, mulai dari Sumardi, kemudian dua oknum ASN dengan inisial FF dan P, lalu sekarang salah seorang pengusaha berinisial S. Ini tentu harus menjadi catatan oleh Bupati Cirebon, agar kasus korupsi di Kabupaten Cirebon tidak terulang lagi,” pungkasnya. (is/ta)

LEAVE A REPLY

14 + 9 =