Ivan : Sunjaya 21 Kali Mutasikan Pejabat Selama Jadi Bupati

Ivan : Sunjaya 21 Kali Mutasikan Pejabat Selama Jadi Bupati

981
0
BERBAGI
Koordinator Forum Aktivis Muda Cirebon Raya, Ivan Maulana (tengah) usai memberikan statemen terkait OTT Bupati Cirebon oleh KPK.

CIREBON (R) – Operasi Tangkap Tangan Bupati Cirebon oleh KPK, sontak membuat heboh masyarakat Kabupaten Cirebon. Orang nomor satu di Kabupaten tersebut ditangkap lantaran dugaan suap dan transaksi jual beli jabatan, yang dilakukannya selama menjabat sebagai Bupati Cirebon.

Koordinator Forum Aktivis Muda Cirebon Raya Ivan Maulana, yang juga ikut memantau pendopo kediaman bupati Cirebon, H. Sunjaya Purwadisastra mengatakan, dirinya sudah mengingatkan Bupati Cirebon itu, untuk amanah dalam mengemban jabatannya sebagai kepala daerah.

“Dari empat tahun yang lalu, kami banyak sekali mengingatkan supaya Bupati Cirebon jangan terlampau serakah lah. Untuk menjalankan roda birokrasi sebagaimana mestinya,” ujar Ivan di depan pendopo Bupati Cirebon, Rabu malam (23/10/2018).

Diungkapkannya, apa yang selama ini ia sampaikan dan memberikan masukan, ternyata tidak di dengar. Sunjaya menurutnya semakin “menggila”. Mungkin akhirnya itulah buah dari doa – doa masyarakat, yang menginginkan tanah Cirebon bersih dan bebas dari korupsi.

“Terjadinya OTT ini disebabkan banyak hal, contoh seperti mutasi selama ini tidak pernah dijalankan sebagaimana dengan mestinya. Seperti mutasi yang kemarin itu adalah mutasi yang ke 21 kali,” terangnya.

Diyakini Ivan, data mutasian itu bisa dipertanggung jawabkan sesuai dengan realita dan kenyataan di birokrasi pemerintah kabupaten Cirebon.

“Ada datanya, karena saya mencatat. 21 kali, berarti per satu tahun itu, kurang lebih 4 kali beliau melakukan mutasi. Sekarang bagaimana roda pemerintahan akan berjalan dengan benar,” imbuhnya.

Ivan menyebutkan, satu tahun empat kali orang yang duduk di satu tempat (jabatan) berbeda – beda (rotasi) sehingga bagaimana program bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya. Itu tidak mungkin,” paparnya.

Soal transaksi jual beli jabatan, Ivan mengatakan itu sudah menjadi rahasia umum di lingkungan para pejabat pemkab Cirebon.

“Soal transaksi silahkan anda tanyakan kepada para pejabat – pejabat di pemda Kabupaten Cirebon. Karena bagaimana pun juga setiap setelah terjadinya proses mutasi pasti banyak sekali keluhan – keluhan kepada kami,” pungkasnya.

Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah dikutip dari berbagai sumber mengatakan, usai penangkapan Operasi Tangkap Tangan Bupati Cirebon, KPK mempunyai waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum sebagai tersangka. (ta/is)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

eighteen − 18 =