GMBI Akan Laporkan SMPN 1 Karangsembung Ke KPAI

GMBI Akan Laporkan SMPN 1 Karangsembung Ke KPAI

3456
0
BERBAGI
Pembinaan yang dilakukan oleh Guru BK SMPN 1 Karangsembung kepada siswanya.

CIREBON (R) – Masalah pengeluaran siswa berinisial A warga desa Karangsuwung yang bersekolah di SMP Negeri 1 Karangsembung terus berlanjut. Kali ini LSM GMBI Distrik Cirebon Raya berencana akan melaporkan SMP N 1 Karangsembung ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Kepala Divisi Investigasi DPD LSM GMBI Cirebon Raya, Futikh Zidni mengaku, telah berkonsultasi dengan Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya, Maman Kurtubi, untuk menindak lanjuti permasalahan tersebut keranah yang lebih serius. Ia mengatakan berdasarkan kajian tim advokasi hukum LSM GMBI Cirebon Raya, pihak SMPN 1 Karangsembung terlalu gegabah untuk mengambil tindakan kepada siswa tersebut.

“Berdasarkan kajian tim advokasi DPD LSM GMBI Cirebon Raya yang dipimpin langsung oleh Ketua Distrik Maman Kurtubi, menyesalkan atas tindakan pihak sekolah yang mengembalikan siswa berinisial A ke orang tuanya. Pihak sekolah terlalu gegabah menyimpulkan siswa tersebut memiliki kebutuhan khusus,” ungkapnya, Jum’at (7/2/2020).

Futikh menjelaskan, tim advokasi LSM GMBI Cirebon Raya telah membedah terkait persoalan anak berkebutuhan khusus secara umum. Berdasarkan hasil kajiannya, perlu penanganan secara khusus untuk menyimpulkan seseorang mengalami kelainan fisik ataupun mental dengan serangkaian pemeriksaan.

“Dalam ilmu kejiwaan sering kita dengar istilah psikologi. Ini perlu dibuktikan dengan serangkaian tes yang melibatkan ahli kejiwaan ataupun psikiater. Dalam kasus siswa A ini, apakah pihak sekolah SMPN 1 Karangsembung sudah melibatkan psikiater atau belum. Jika belum, kok bisa menyimpulkan bahwa siswa A ini mengalami kebutuhan khusus, dasarnya apa,” jelasnya.

Futikh berharap dengan melaporkan permasalahan tersebut ke KPAI, diharapkan ada titik terang terkait dugaan arogansi yang dilakukan oleh pihak SMPN 1 Karangsembung. Ia menduga kasus pengeluaran siswa dengan dalih pengunduran diri tersebut kerap kali dilakukan, bukan hanya oleh SMPN 1 Karangsembung saja, melainkan juga oleh sekolah negeri di Kabupaten Cirebon.

“Masalah pengeluaran siswa dengan dasar pengunduran diri ini, diduga kerap dilakukan oleh pihak sekolah negeri di Kabupaten Cirebon. Hanya saja baru kali ini yang disikapi secara serius. Itupun ketika LSM GMBI ikut mengawal kasus ini. Semoga dengan terlibatnya KPAI dalam kasus ini, bisa memutus mata rantai terkait arogansi dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (is)

LEAVE A REPLY

14 + 5 =