Geliat Wisata Gerabah Desa Sitiwinangun Makin Dilirik Wisatawan

Geliat Wisata Gerabah Desa Sitiwinangun Makin Dilirik Wisatawan

284
0
BERBAGI
Kuwu desa Sitiwinangun, Ratija bersama pemerintah desa saat menerima kunjungan wisata gerabah dari salah satu sekolah di Kabupaten Cirebon.

CIREBON (R) – Desa Sitiwinangun yang terletak di wilayah Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon, merupakan salah satu desa yang menjadi sentra kerajinan gerabah. Bahkan konon katanya, gerabah desa Sitiwinangun sudah dikenal sejak jaman dahulu. Bahkan kerajinan gerabah Sitiwinangun pernah masuk catatan dalam ekpedisi Laksamana Cheng Ho ke Indonesia.

Melihat potensi tersebut, desa Sitiwinangun terus berbenah untuk menjadikan desa pariwisata gerabah di Kabupaten Cirebon. Hal tersebut juga dibuktikan dengan makin banyaknya kunjungan wisatawan yang datang ke desa Sitiwinangun. Bahkan belum lama ini, desa Sitiwinangun juga mendapatkan kunjungan dari SMP dan SDIT Akmala Sabila kecamatan Talun serta kunjungan dari ITB, pada Jum’at (14/2/2020).

Kuwu desa Sitiwinangun, Ratija Bratamanggala mengaku bersyukur dengan semakin dikenalnya desa Sitiwinangun sebagai sentra industi gerabah. Sehingga semakin banyaknya kunjungan wisata yang datang ke desanya, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat maupun pemerintahan desa Sitiwinangun.

“Ini jadi kebanggan bagi kami. Dengan adanya kunjungan wisatawan juga wisata belajar dari sekolah, baik TK bahkan sampai tingkat perguruan tinggi, diharapkan mampu meningkatkan kecintaan pada tradisi dan budaya masyarakat kita. Ini juga sedang kita kembangkan, terutama widia wisata (wisata belajar). Karena masih minimnya wisata yang berbasis kepada kearifan – kearifan budaya lokal,” terangnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya wisata edukasi itu untuk memenuhi 4 poin, yaitu adalah what to now, apa yang kita ketahui, what to see, apa yang kita lihat, what to do, apa yang kita lakukan, dan 4 terakhir yaitu what to by, apa yang kita berikan. Pemerintah desa sudah mengemasnya dalam 1 paket wisata.

“Pertama, para pengunjung atau wisatawan kita sambut di balai desa. Disitu kami mempresetasikan sejarah dan gerabah Sitiwinangun. Kemudian mereka kita ajak mengunjungi rumah – rumah perajin. Memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan para pengrajin. Kemudian kita ajak lagi ke sanggar, untuk belajar membuat gerabah. Terakhir kita sediakan showroom, untuk melihat – lihat hasil kerajinan gerabahnya,” jelas kuwu.

Ia berharap, dengan mulai banyaknya kunjungan wisata di desa Sitiwinangun, bisa berdampak positif untuk kemajuan masyarakat. Diharapkan, semakin banyaknya kunjungan wisata ke desa Sitiwinangun, dapat meningkatkan PADesa bagi pemerintah desa Sitiwinangun dan masyarakat bisa merasakan dampak ekonominya secara langsung.

“Dengan mulai banyaknya kunjungan ini, paling tidak dapat membantu perekonomian masyarakat kami, terutama mereka yang tergabung dalam kelompok sadar wisata. Karena bagaimana pun pariwisata ini berdampak pada tourism efek. Bila intensitas kunjungannya semakin tinggi, tentunya bisa menjadi sumber pendapatan asli desa dan penghasilan langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

eighteen − eighteen =