FSPS Tuntut Penyelesaian Perkara Ketenagakerjaan Ke UPTD Pengawasan

FSPS Tuntut Penyelesaian Perkara Ketenagakerjaan Ke UPTD Pengawasan

640
0
BERBAGI
Jajaran pengurus FSPS Singaperbangsa bersama UPT Pengawasan Ketenagakerjaan beraudensi perihal berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah. perusahaan di Kabupaten Cirebon.

CIREBON (R) – Puluhan anggota Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS) Kabupaten Cirebon, menggelar udiensi dengan UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan wilayah III Cirebon, di jalan Pemuda No. 55 Cirebon, Jum’at (28/2/2020).

Dalam kesempatan tersebut, FSPS meminta jawaban tindaklanjut dan perkembangan kasus beberapa perusahaan yang diduga, melakukan pelanggaran ketanagakerjaan. Beberapa kasus tersebut dilaporkan FSPS dan ditangani UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan wilayah III Cirebon.

Usai audensi, Kepala Biro Hukum dan HAM FSPS Kabupaten Cirebon, Ariyanto mengatakan, pihaknya menanyakan perkembangan dan tindaklanjut laporan mengenai kasus PT. MAS Tengahtani, terkait PT. Energi Biru Perkasa dan juga PT. Terakota.

“Disini yang kami tanyakan adalah terkait pidana PT. MAS tahun 2015 yaitu terkait upah di bawah minimum yang kita laporkan sebelumnya. Dan benar kasus tersebut telah dihentikan dengan berbagai alasan. Bahkan adanya wacana penyidikan ulang dengan kasus yang baru, tetapi dengan objek yang sama tentang pidana upah di bawah UMK tahun 2018, bukan melanjutkan yang 2015 makanya kami tanyakan hal itu,” terangnya.

Masih menurut Ari, terkait masalah PT. Energi Biru Perkasa, UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah III Cirebon, telah memberikan apa yang pihaknya minta, yaitu salinan nota pemeriksaan khusus yang nantinya akan dipelajari dari data tersebut.

“Terkait PT. Terakota yang diduga tidak menyetorkan iuran BPJS Ketenagakerjaan, ternyata sudah ada pemeriksaan. Makanya kami meminta hasil perkembangan pemeriksaan kasus tersebut. Tapi sampai sekarang belum ada tembusan salinannya ke kami,” lanjutnya.

Ditegaskan Ari, ada beberapa jawaban yang di berikan UPTD pengawasan yang hasilnya masih belum memuaskan. Sehingga pihaknya masih belum mengerti terkait SK PPNS penyidik yang berubah dari SK Kabupaten menjadi SK Provinsi Jawa Barat.

“Dengan adanya notulen audiensi ini, kami akan merencanakan melakukan pelaporan secara tertulis yang kami layangkan kepada ombudsman, terutama terkait penghentian perkara tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengawasan Ketanagakerjaan wilayah III Cirebon, Ratwiyatno menilai, audiesi tersebut sebagai langkah yang positif. Ia juga menganggap hal tersebut merupakan sebuah kontrol sosial pekerja kepada pemerintah.

“Kami akan selalu merespons aspirasi ini dan menyelesaikan secepatnya apa yang di kehendaki FSPS, apapun permasalahanya. Yang kami harapkan semua dapat berjalan kondusif, tercipta suasana harmonis antara pekerja dan pengusaha. Dari situlah kami mengawal, sesuai dengan fungsinya yaitu mengawal regulasi aturan bidang ketenagakerjaan,” terangnya.

Ia juga menambahkan, terkait PT. MAS sendiri, pihaknya akan melakukan penyidikan ulang. Hal tersebut di akibatkan beberapa faktor, terutama adanya perubahan status kepegawain PPNS dari Kabupaten Cirebon ke Provinsi Jawa Barat.

“Ada beberapa faktor terkait berkepanjangannya permasalahan PT. MAS dan hal itu sudah disampaikan, faktor perubahan status kepegawain PPNS. Mengenai status tersangka yang sakit, sehingga menjadi pertimbangan penyidik. Karena orang yang sakit, sesuai ketentuan tidak bisa dilakukan penyidikan. Ditambah lagi ada surat dari kejaksaan ada P 18 dan P 19, yang artinya bahwa kita memperbaiki berkas – berkas perkara yang kita ajukan kesana,” tambahnya.

Mengenai PT. Terakota sendiri, pihaknya telah menurunkan pengawas ke perusahaan dan permasalahannya sendiri yaitu terkait iuran BPJS yang di duga ada kesalahan prosedural yang dilakukan perusahaan. Sehingga menurutnya kasus tersebut saat ini sedang ditangani pihak Kejaksaan.

“Kasus Terakota saat ini penanganannya di ambil alih oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon. Dan kami akan memantau perkembanganya seperti apa. Jika memungkinkan untuk kami masuk kembali, maka kami akan masuk kembali,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

5 + 17 =