Ditutup, GMBI Ancam Sweping Izin Minimarket Indomaret di Cirebon

Ditutup, GMBI Ancam Sweping Izin Minimarket Indomaret di Cirebon

1855
0
BERBAGI
Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya, Maman Kurtubi tengah, bersama dengan Kabid Gakda Satpol PP Kab. Cirebon Iwan Suroso, saat unjuk rasa minimarket di kecamatan Weru, Kamis (25/10/2018).

CIREBON (R) – Pasca aksi unjuk rasa LSM GMBI di salah satu minimarket milik Indomaret (PT. Indomarco Prismatama), di wilayah Kecamatan Weru, tepatnya sebelah toko Batik Trusmi (BT) masih terus berlanjut.

Kali ini LSM GMBI mengancam akan mensweping seluruh izin minimarket Indomaret (PT. Indomarco Prismatama) yang beroperasional di wilayah kota dan Kabupaten Cirebon, tanpa terkecuali.

Pernyataan tersebut dilayangkan, pasca ditutupnya minimarket Indomaret yang diduga tidak berizin di wilayah kecamatan Weru, yang dilakukan oleh pihak perusahaan sendiri, dalam hal ini PT. Indomarco Prismatama.

Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya, Maman Kurtubi kepada Republiqu mengatakan, akan mempertanyakan seluruh perizinan minimarket, khususnya Indomaret yang beroperasi di wilayah Kota dan kabupaten Cirebon.

“Penutupan minimarket oleh pihak perusahaan, dalam hal ini PT. Indomarco Prismatama adalah salah satu bentuk bukti bagi kami, bahwa pihak perusahaan tidak mampu menunjukkan dokumen perizinan yang sah, sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelasnya usai unjuk rasa, Kamis (25/10/2018).

Maman mengungkapkan, surat selembaran yang terpampang di bangunan minimarket Indomaret sangat jelas menerangkan, bahwa minimarket tersebut dihentikan atau ditutup kegiatan operasionalnya, tertanggal 24 Oktober 2018.

“LSM GMBI hanya melakukan unjuk rasa satu hari, bukan berhari – hari. Kenapa mesti ditutup. Apa yang salah. Ini menandakan pihak perusahaan telah mengakui, bahwa minimarket Indomaret di sebelah Batik Trusmi tidak memiliki izin,” tegasnya.

Dijelaskan Maman, aksi unjuk rasa tersebut adalah bentuk penyampaian aspirasi publik kepada para penegak peraturan, agar menjalankan fungsinya secara benar dan sesuai dengan aturan perundang – undangan.

“LSM GMBI akan terus mengawal peraturan ini sampai seluruh minimarket yang ada di Cirebon benar – benar legal menjalankan usahanya dengan memiliki surat izin yang sah. Peraturan harus berjalan sesuai fungsi dan kegunaannya,” papar Maman.

Sementara itu, Kabid Penegakkan Perda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Iwan Suroso mengatakan, penutupan tersebut atas dasar surat yang dikirimkan oleh Satpol PP kepada pihak Indomaret, dalam hal ini PT. Indomarco Prismatama Cabang Cirebon.

“Kami (Satpol PP) mengirim surat teguran ke pihak perusahaan sejak tanggal 17 Oktober 2018. Saya tidak tahu kenapa sekarang ditutup. Yang jelas bukan Satpol PP yang menutup, melainkan pihak perusahaan sendiri,” pungkasnya. (is)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

17 + four =