Diduga Bantuan Rutilahu Desa Wanasaba Kidul Disunat

Diduga Bantuan Rutilahu Desa Wanasaba Kidul Disunat

741
0
BERBAGI
Ketua LSM BARET Kabupaten Cirebon, Satori (tengah) bersama dengan sejumlah jajaran pengurusnya.

CIREBON (R) – Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Ekonomi Tertinggal (LSM BARET) Kabupaten Cirebon, menduga adanya pemotongan bantuan rutilahu di desa Wanasaba Kidul tahun 2019.

Sebanyak 78 rumah masyarakat di desa Wanasaba Kidul tersebut, mendapat bantuan dari pemerintah provinsi Jawa Barat sebesar 17,5 juta rupiah per rumah. Namun dari jumlah tersebut, LSM BARET menduga ada permainan terselubung terkait pengelolaan dana bantuan tersebut.

Ketua LSM BARET Kabupaten Cirebon, Satori mengatakan, bantuan rutilahu yang diterima masyarakat tersebut, dikelola secara langsung oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) desa Wanasaba Kidul. Namun dalam pelaksanaannya, ia menduga panitia pembangunan tidak transparan perihal pembelanjaan material pembangunannya.

“Dugaan kami mengarah pada penyalahgunaan wewenang berupa penyunatan bantuan dan atau melalui mark up harga bahan material bangunan. Dugaan itu menurutnya karena panitia tidak memberikan kwitansi dan nota pembelian kepada masyarakat penerima bantuan rutilahu,” terangnya.

Ia menjelaskan, bantuan yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 itu berbentuk uang sejumlah 17,5 juta rupiah per rumah. Namun berdasarkan hasil investigasi, menurutnya ada pemotongan sebesar 1 juta rupiah oleh panitia. Sehingga masyarakat hanya menerima bantuan sebesar 16,5 juta rupiah per rumah.

“Bantuan dari Provinsi itu bentuknya uang, turun ke penerima bantuan bentuknya lain, berubah jadi barang atau bahan material. Itu pun jumlah yang dibelanjakan sebesar 16,5 juta dari anggaran bantuan sebesar 17,5, juta rupiah per rumah. Berarti ada potongan 1 juta rupiah. Katanya itu buat ongkos tukang 700 ribu dan biaya administrasi LPM sebesar 300 ribu. Yang saya tanyakan dasarnya apa,” terangnya.

Satori menegaskan, LSM BARET akan melakukan audensi dengan pemerintah desa Wanasaba Kidul dan unsur terkait lainnya perihal dugaan tersebut. Rencananya audensi tersebut akan dilaksanakan pada hari Kamis (20/2/2020) bertempat di kantor Kecamatan Talun.

“Kami akan mengadakan audensi untuk mengkarifikasi kepada pemerintah desa Wanasaba Kidul dan unsur terkait lainnya. Diperkiran, sebanyak 50 anggota LSM BARET akan ikut mengawal proses audensi tersebut. Penggunaan uang bantuan itu, harus jelas peruntukannya untuk apa saja. Jika ditemukan ada penyimpangan, kami tak segan untuk melaporkan ke pihak yang berwajib,” pungkasnya. (is)

LEAVE A REPLY

three × one =