Di Kecamatan Lemahwungkuk, 2000an lebih KPM Bansos Sembako Tak Tersalur

Di Kecamatan Lemahwungkuk, 2000an lebih KPM Bansos Sembako Tak Tersalur

1034
0
BERBAGI
Camat Lemahwungkuk, Adam Wallesa saat dikonfirmasi media Republiqu, Senin sore (12/4/2021) selepas jam kerja.

CIREBON KOTA (rq) – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau yang sekarang menjadi Bantuan Sosial Pangan Sembako (BSPS) tengah dilakukan proses verifikasi dan validasi (Verval) oleh Kementerian Sosial RI sejak bulan Maret 2021 kemarin.

Alhasil, ada keterlambatan penyaluran yang semestinya dilaksanakan setiap satu bulan sekali, kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan pemerintah pusat tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran Media Republiqu. com di wilayah kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, ada sekitar 2000an lebih KPM yang terancam tidak mendapatkan bantuan tersebut, karena masih dalam proses Verval oleh Kemensos RI.

Camat Lemahwungkuk, Adam Wallesa kepada media Republiqu. com membenarkan adanya keterlambatan penyaluran bansos sembako tersebut dikarenakan adanya proses pembenahan yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kemensos RI.

“Keterlambatan ini bukan cuma di kecamatan Lemahwungkuk saja mas. Hampir semua kabupaten kota ada keterlambatan. Jadi ya harap bersabar. Semoga prosesnya bisa cepat selesai,” ujarnya di kantor Kecamatan Lemahwungkuk, Senin (12/4/2021).

Diakui Camat Adam, proses Verval di kecamatan Lemahwungkuk sendiri pada tahun kemarin dilakukan oleh Dinsos, yang kemudian hasilnya disampaikan ke Kemensos untuk selanjutnya dilakukan pemadanan data sesuai dengan database Dukcapil.

“Data verval itu disampaikan Dinas Sosial ke Kemensos dan hasilnya sampai sekarang belum selesai. Jadi masih proses pemadanan data antara penerima bantuan dengan NIKnya. Hanya saja yang sudah dilakukan verval sudah bisa melakukan penyaluran. Tapi jumlah KPMnya tidak seperti yang awal, lumayan banyak berkurang,” ungkapnya.

Terkait jumlah KPM di Kecamatan Lemahwungkuk sendiri, Camat Adam tidak mengetahuinya secara detail. Hanya saja menurutnya, ada sekitar 2000an lebih data KPM yang tidak tersalur pada bulan Maret sampai April 2021 di kecamatan Lemahwungkuk.

“Jangan tanya jumlahnya, saya gak hafal. Untuk datanya nanti saya tanyakan dulu ke TKSKnya ya. Takut nanti gak sesuai. Yang pasti untuk penyaluran di bulan Maret – April ada sekitar 1600 KPM yang menerima bantuan sembako. Jadi sisanya masih tahap verval di Kemensos,” ungkapnya.

Advertisement

Dengan adanya hambatan tersebut, Camat Lemahwungkuk menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang. Menurutnya bukan di kecamatan Lemahwungkuk saja yang mengalami pengurangan tersebut, di kecamatan lain juga sama.

“Tentunya saya menghimbau kepada masyarakat, khususnya penerima bansos sembako untuk tenang jangan panik. Ini masih dalam proses verval di Kemensos. Mudah – mudahan prosesnya bisa cepat selesai. Jadi bisa seperti semula lagi, tidak ada pengurangan jumlah penerima,” pungkasnya. (is)

- Advertisement -