Di Cirebon, Informasi Kartu Nikah Elektronik Masih Simpang Siur

Di Cirebon, Informasi Kartu Nikah Elektronik Masih Simpang Siur

751
0
BERBAGI
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon.

CIREBON (R) – Kementerian Agama (Kemenag) RI belum lama ini resmi menerbitkan kartu nikah elektronik.

Digadang – gadang itu adalah sebagai jawaban atas permintaan masyarakat soal identitas pernikahan yang simpel, mudah di bawa kemanapun, serta meminimalkan terjadinya pemalsuan buku nikah.

Kartu nikah tersebut juga di kabarkan memiliki kode QR yang terintegritas dengan sistem informasi manajemen nikah (SIMKAH) Kementerian Agama RI.

Terkait kabar tersebut, kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, melalui staf bimbingan masyarakat Agus Ismail mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui terkait hal tersebut. Baik detail. programnya, maupun sosialisanya.

“Itu belum ada, belum di launching tapi sudah heboh di masyarakat. Bentuknya seperti apa, juklak juknisnya juga belum ada. Jadi seperti itu jawaban kami,” terangnya.

Ia menambahkan, terkait kabar kartu tersebut, pihaknya menilai itu bisa bentuk wacana, atau juga bisa produk nyata dari Kemenag, sebagai salah satu produk pelayanan kepada masyarakat.

“Bagusnya kalau mau lebih gamblang dan tepat terkait hal itu, langsung ke Dirjen Bimasnya saja. Karena bagaimana pun yang punya rancangan dan lain sebagainya, dari sana. Kita (daerah) hanya sebagai pelaksana saja,” tambahnya.

Masih menurut Agus, bila segalanya sudah lengkap mengenai program tersebut, dan payung hukumnya sudah jelas, ia yakin program tersebut pasti akan sampai ke daerah.

“Jika sudah ada gambaran, ada juklak -juknisnya, adanya peraturannya, dan segala sesuatunya sudah siap, biasanya turun kedaerah,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan tersebut, memunculkan tanda tanya besar. Apa sebenarnya yang menyebabkan kantor Kementerian Agama di daerah belum mengetahui soal Kartu Nikah Elektronik yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI.

Padahal, Kementerian Agama RI telah melaunching kartu nikah elektronik, sebagai pendamping buku nikah, dengan maksud menghindari pemalsuaan. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

9 − four =