Desa Tuk Launching Kampung Tangguh Bersama Polsek Kedawung

Desa Tuk Launching Kampung Tangguh Bersama Polsek Kedawung

325
0
BERBAGI
Camat Kedawung, H. Tegus Supriyadi bersama Muspika kecamatan Kedawung dan Kuwu Tuk, Paturohim Wiyaja meresmikan kampung tangguh.

CIREBON (rq) – Guna membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid-19 terhadap lingkungannya, Polri mencetuskan adanya pembentukan kampung tangguh di berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan adanya kampung tangguh diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih taat dan tertib dalam menjalankan protokol kesehatan di lingkungannya.

Hal serupa juga dilakukan beberapa kampung di beberapa desa di wilayah kabupaten Cirebon, yang secara resmi ditetapkan sebagai kampung tangguh. Salah satunya adalah salah satu kampung di wilayah desa Tuk kecamatan Kedawung kabupaten Cirebon.

Camat kedawung, H Teguh Supriyadi saat di temui tim media Republiqu mengatakan, kampung tangguh di desa Tuk sendiri menurutnya diresmikan pada hari Rabu 1 Juli 2020. Hal tersebut diakuinya juga merupakan sebuah sinergitas dengan tim gugus tugas Covid-19 kabupaten Cirebon.

“Kampung tangguh ini di intruksikan berdasarkan perintah Kapolri kemudian diteruskan ke Kapolres. Jadi ini merupakan bentuk sinergitas dengan tim gugus tugas Covid yang di dalamnya itu ada Kapolres dan Kepolisian sendiri punya program kampung tangguh dalam rangka meringankan tugas tim gugus tugas Covid,” ungkapnya, Jum’at (3/7/2020).

Camat juga memaparkan, di dalam kampung tangguh sendiri terdapat berbagai unsur seperti lumbung desa, pertanian, perikanan, bumdes dan poskamling. Hal tersebut diakuinya banyak melibatkan peran serta masyarakat sekitar kampung tersebut.

“Berbagai elemen, kami harapkan bisa bergerak. Sehingga bisa mengeliminir dampak penyebaran Covid yang ada di wilayah kami. Alhamdulillah dengan sosialisasi yang sudah kita lakukan, masyarakat ini bisa tertib sosial distanting, fisikal distanting, APK juga mereka gunakan seperti memakai masker, cuci tangan dan penerapan PHBS. Sehingga kedawung ini untuk covid sendiri sudah menurun. Tidak ada lagi kasus baru dan yang lama ini juga sudah dinyatakan sembuh,” paparnya.

Ia juga menambahkan, manfaat adanya kampung tangguh masyarakat bisa memberdayakan diri dengan segala unsur yang ada di kampung tangguh. Kampung tangguh sendiri berdiri dibantu dengan adanya swadaya masyarakat dan juga adanya indikator masyarakat yang positif Covid.

“Kami berharap dengan adanya kampung tangguh ini, muncul masyarakat yang mandiri dalam menghadapi kasus Covid ini. Untuk pengembangan di wilayah lain, kami akan berkoordinasi dengan pihak Polsek dan apabila program ini berhasil. Maka tidak menutup kemungkinan di RW yang lain atau desa yang lain berdiri kampung tangguh lagi,” tambahnya.

Sementara itu Kuwu Desa Tuk, Paturohim Wijaya mengatakan, ide awal pencanangan kampung tangguh muncul dari Kapolsek Kedawung dan wilayahnya langsung di tunjuk untuk pilot project membentuk kampung tangguh.

“Alhmdulillah dengan bergabungnya masyarakat RW sepuluh dan seluruh RTnya, sehingga kampung tangguh ini dapat terealisasikan dan kegiatan-kegiatan didalamnya, masyarakat juga dilibatkan. Adapun sumber anggarannya itu didapatkan dari swadaya masyarakat, Kapolsek Kedawung dan dari kami pemerintah desa Tuk,” terangnya.

Pihaknya berharap, program yang ada di kampung tangguh dapat terus berjalan dan berkelanjutan. Bukan hanya sebuah wacana atau sebuah seremonial saja. Karena menurutnya dengan adanya kampung tangguh, akan banyak memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Semoga ini dapat berkelanjutan bukan hanya jadi sebuah wacana atau seremonial saja, artinya setelah apa yang kita tanam seperti ikan dan sayur-sayuran ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Untuk saat ini, kita fokuskan dulu di RW sepuluh. Tetapi tidak menutup kemungkinan di RW yang lain juga bisa di bentuk kampung tangguh,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

three + 19 =