BT Gelar Event Bertajuk Mask Painting Festival 2018

BT Gelar Event Bertajuk Mask Painting Festival 2018

525
0
BERBAGI

CIREBON (R) – Perayaan Hari Batik Nasional yang diselenggarakan oleh Gerai Batik Trusmi berjalan meriah. Serangkaian agenda pun dilaksanakan diantaranya, lomba tari topeng, lomba lukis topeng, dan di tutup oleh parade bernuansa batik dan topeng, Senin (1/10/2018).

Bertajub Mask Painting Festival 2018, dalam kegiatan tersebut, penyelenggara juga memberikan penghargaan kepada pengrajin batik yang mendedikasikan sebagian hidupnya, untuk terus berkarya dalam seni lukis batik.

CEO Trusmi Group, Ibnu Riyanto mengatakan, serangkaian kegiatan festival tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi dalam memperingati hari Batik Nasional yang ke-9, setelah ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2009.

“Ini juga untuk meningkatkan animo masyarakat terhadap batik, yang memang telah diakui oleh dunia sebagai warisan budaya milik Indonesia,” terangnya.

Dirinya juga menambahkan, perkembangan dunia batik saat ini, mulai menurun sehingga diperlukan peran serta semua pihak, untuk meningkatkan kembali dunia perindustrian batik.

“Setelah ditetapkan oleh UNESCO, perkembangan dunia batik sangat luar biasa pada waktu itu. Tetapi saat ini, penurunannya sangat terasa. Kami selaku penggiat dunia batik, sangat memerlukan kerjasama dengan seluruh pihak, agar industri batik kembali melebarkan sayap dan maju,” ungkapnya.

Ia menuturkan, industri batik adalah industri padat karya, yang mampu menyerap tenaga kerja. Sehingga sangat diperlukan upaya, untuk perkembangannya dan kelestariannya.

“Satu motif batik tulis, mampu dikerjakan oleh lebih dari 10 pengrajin. Jadi mari kita kembali lagi, untuk mencintai batik. Dengan cara menggunakan pakaian batik dalam keseharian kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Jawa barat H. Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas diselenggarakannya festival tersebut. Dirinya juga mengapresiasi peran serta BT, yang terus menerus secara konsisten melakukan pengembangan, dalam upaya pelestarian batik, khususnya batik Cirebon.

“Ini sangat bagus. Dengan event ini diharapkan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap batik, khususnya batik Cirebon,” terangnya.

Ia juga menambahkan, selain melakukan beberapa upaya pelestarian batik, khususnya batik Jawab Barat, pihaknya juga mewajibkan pegawai di lingkungan Setda Jabar untuk menggunakan batik dua kali dalam satu Minggu.

“Berbagai upaya telah kami lakukan diantaranya berupa event, pameran-pameran, dan binaan lainnya. Tujuannya agar pelestarian batik, khususnya Jawa barat, bisa terjaga dan lebih maju,” tandasnya. (If/ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

17 − 6 =