BPBD Siapkan Tim Reaksi Cepat Tangani Bencana di Desa

BPBD Siapkan Tim Reaksi Cepat Tangani Bencana di Desa

518
0
BERBAGI
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra.

CIREBON (R) – Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat, yang beberapa wilayahnya masuk dalam kategori rawan bencana alam, baik tanah longsor, tanah bergerak, kekeringan maupun banjir.

Melihat permasalahan itu, pemerintah Kabupaten Cirebon, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melakukan serangkaian kegiatan dalam persiapan dan upaya mengantisipasi dampak bencana alam, yang biasa terjadi dimusim penghujan seperti saat ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra mengatakan, pihaknya akan selalu konsen dalam rangka kesiapsiagaan tanggap bencana. Ada beberapa upaya yang telah dilakukan dari rapat koordinasi teknis, gelar pasukan, merevisi tim reaksi cepat penanggulangan bencana, meninggikan tanggul di wilayah Ciledug dan persiapan sarana prasarana, serta tenaga petugas lapangan, juga penunjang lainnya.

“Banyak hal yang sudah kami lakukan, baik dari BPBDnya sendiri. Kamipun mengajak beberapa dinas maupun sektor lain, yang dalam hal ini memiliki kewenangan dan kewajiban dalam reaksi cepat tanggap bencana. Termasuk setiap malam diadakannya tim siap siaga bencana,” terangnya kepada Republiqu, Kamis (13/12/2018).

Dadang juga menjelaskan, di wilayah Kabupaten Cirebon terbagi beberapa titik daerah, yang terkategori rawan bencana alam. Dari mulai wilayah timur, selatan, barat sampai utara.

“Untuk di timur, terdapat 8 kecamatan yang rawan bencana banjir. Sedangkan wilayah selatan, 3 kecamatan rawan longsor dan pergerakan tanah. Sementara utara dan barat masing – masing, dua kecamatan yang rawan terjadinya banjir,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, dalam tahun ini pihaknya mendapatkan program desa tangguh bencana (DESTANA). Program tersebut nantinya, dijadikan pilot project penerapan penanganan bencana yang terjadi di desa.

“Di tahun ini kita mendapatkan bantuan alokasi, untuk kegiatan DESTANA dan kita pusatkan di desa Wanakaya yang kita jadikan pilot project. Sedangkan satu lagi di desa Gemulung Lebak. Untuk Wanakaya, kita latih relawan untuk penanggulangan banjir dan Gemulung Lebak untuk penanggulangan longsor,” tambahnya.

Ditegaskannya, untuk daerah – daerah yang rawan bencana, pihaknya menghimbau kepada masyarakat maupun pemerintah untuk senantiasa siap siaga bencana. Itu dikarenakan bencana terkadang datang tanpa bisa di prediksi.

“Kami sejak awal berpesan kepada para camat, untuk mempersiapkan sarana dan prasarana yang ada, termasuk manusianya. Melaksanakan kerjabakti, bersih-bersih lingkungan. Mempersiapkan diri sendiri dan keluarga. Bila terjadi bencana, jangan sungkan – sungkan untuk berkoordinasi dan meminta bantuan kepada kami,” tandasnya.(ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

4 × four =