Benarkah Uang Modal BUMDes Desa Cipanas Untuk Talangan Covid-19 ?

Benarkah Uang Modal BUMDes Desa Cipanas Untuk Talangan Covid-19 ?

193
0
BERBAGI

CIREBON (rq) – Program kemandirian ekonomi pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), masih menemui banyak persoalan di lapangan. Tak sedikit yang layu sebelum berkembang. Bahkan juga ada BUMDes yang hanya sekedar berdiri, tanpa memiliki usaha yang jelas.

Di Kabupaten Cirebon, tepatnya di desa Cipanas Kecamatan Dukupuntang, sejak tahun 2018 kepengurusan BUMDes sudah terbentuk. Bahkan saat itu, Pemerintah Desa Cipanas telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 100 juta, sebagai penyertaan modal yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2018.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, mantan Ketua BUMDes saat itu, Sauman menggunakan modal tersebut untuk menjalankan usaha simpan pinjam. Ia mengklaim usaha BUMDes yang dikelolanya selama dua tahun tersebut, mendapat respon positif dari masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, tepatnya Februari 2020, Sauman diminta mengundurkan diri dan mengembalikan lagi uang penyertaan modal BUMDes yang ia kelola kepada pemerintah desa dan diterima langsung oleh Kuwu Cipanas saat ini Maman Sudarman.

Namun sejak kemundurannya itu, pemerintah desa tidak segera membentuk kepengurusan baru. Alhasil beredar isu bahwa uang tersebut dialihfungsikan oleh pemerintah desa Cipanas diluar keperluan BUMDes.

Advertorial

Tim Republiqu kemudian menelusuri informasi di masyarakat. Dari keterangan yang di dapat, dana tersebut diduga digunakan untuk keperluan penanganan Covid-19 oleh pemerintah desa Cipanas.

Tak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya, apakah anggaran dana desa sudah tidak tersedia, sampai – sampai dana modal milik BUMDes digunakan untuk talangan penanganan Covid – 19 oleh pemerintah desa Cipanas.

Merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205 tahun 2019 tentang Pengelolaan Dana Desa Pasal 32 Ayat (1A) menyebutkan :

Prioritas penggunaan Dana Desa sebagai mana dimaksud pada Ayat (1) termasuk kegiatan dalam rangka menanggulangi dampak ekonomi atas pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) antara lain berupa : a.) Kegiatan penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19); dan b.) Jaring pengaman sosial di desa“.

Melihat aturan tersebut, wajar saja masyarakat bertanya-tanya, apakah benar dana BUMDes tersebut digunakan untuk penanganan Covid-19. Sementara pemerintah melalui Permenkeu No. 40 Tahun 2020 membolehkan bagi pemerintah desa, untuk mengalihkan Anggaran Pembangunan dan Belanja Desa untuk penanganan Covid-19. (is)

LEAVE A REPLY

four × 3 =