Anggota DPR-RI, Selly A Gantina Berbagi Bersama Anak Yatim Piatu

Anggota DPR-RI, Selly A Gantina Berbagi Bersama Anak Yatim Piatu

178
0
BERBAGI
Anggota Komisi VIII DPR-RI Fraksi PDI-P, Hj. Selly Andriany Gantina, membagikan santunan kepada anak yatim piatu.

CIREBON (rq) – Memasuki hari ke 10 di bulan Muharram atau hari Asyura, anggota DPR-RI Komisi VIII dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hj. Selly Andrany Gantina, memberikan santunan kepada puluhan anak yatim dan yatim piatu di musholla Al-Hikmah Rt 06 Rw 02 Desa Megu Gede, Sabtu sore (29/8/2020).

Usai kegiatan, anggota DPR-RI Komisi VIII, Hj. Selly Andriany Gantina mengatakan, sebetulnya hal tersebut bukan hal yang harus diungkapkan karena menurutnya ibadah itu bukan untuk diumbar, karena menurutnya hal tersebut dapat menimbulkan sifat ria.

“Dalam rangka hari Asyura ini, kita ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu, yang mungkin ingin merasakan kebahagiaan seperti anak-anak yang orangtuanya masih komplit atau dengan kehidupan yang lebih baik,” terangnya.

Dengan kegiatan tersebut, lanjutnya, ia juga ingin berbagi spirit kepada orang tua dan anak-anak tersebut, agar termotivasi untuk menjadi anak-anak yang hebat, orang yang hebat dan mampu menjadi orang-orang yang penting di negara ini.

“Karena selama ini yang saya lihat di Kabupaten Cirebon, kurang sekali sentuhan kita untuk memotivasi kepada rakyat sekitar kita, agar mereka punya hope, punya harapan bahwa hidup mereka kedepan akan lebih baik. Caranya seperti apa, kita belum tahu. Tetapi, yang paling terpenting adalah agama tidak boleh menjadi hal yang ditinggalkan oleh mereka. Karena hakekatnya kita bertahan di dunia ini karena Allah lah yang mengatur,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta kepada para orang tua, agar jangan lepas mendoakan anak-anaknya. Karena menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin di dunia, biasanya ada doa dari orang tuanya.

“Saya berharap, orang tua yang sekarang ini pun mereka tidak berkecil hati. Bahwa dengan kesendirian mereka, kedepan masih bisa menyekolahkan anak-anak mereka. Apalagi tadi saya informasikan kedepan SMA juga di tanggung oleh negara. Jadi kalau SD, SMP dan SMA di tanggung oleh negara, kenapa harus putus sekolah,” pintanya.

Selly juga menambahkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upayanya berbagi pengalaman, berbagi rizki yang menurutnya harus bisa menjadi bagian amal ibadah seluruh umat manusia, terutama yang beragama Islam.

-advertorial-

“Hal terpenting yang ingin saya sampaikan, saya ingin masyarakat yang saya datangi mempunyai visi yang sama, mendidik anak-anak kita, lingkungan terdekat kita, agar generasi kedepan ini, menjadi generasi unggul yang secara jasmani, rohani dan fisik mereka juga betul-betul mendapatkan hal yang memang patut mereka terima, sesuai apa yang di amanatkan Undang-undang,” tambahnya.

Ia juga mengajak kepada masyarakat yang hadir, untuk bersama-sama memutus mata rantai warisan kemiskinan. Karena ia tidak mau ada istilah orang tuanya miskin, maka anaknya miskin. Maka dari itu warisan kemiskinan harus diputuskan.

“Saya berharap kegiatan ini secara pribadi dapat memperkuat keimanan pribadi saya. Membuat saya memiliki empati yang lebih besar. Dan yang paling terpenting. kegiatan ini bisa menjadi teladan untuk semua orang-orang yang mampu. Saya bersyukur Kabupaten dan Kota Cirebon, di tengah pandemi ini, semangat gotong royong untuk membantu orang yang tidak mampu, ternyata sudah banyak berlangsung di lingkungan kita. Inilah dorongan moril saya supaya kita lebih peduli dengan masyarakat di manapun kita berada dan di manapun kita menemui mereka,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

19 + 18 =