Alfamart Cirebon Gateway Masih Beroperasi, Pemkab Dinilai Tak Tegas

Alfamart Cirebon Gateway Masih Beroperasi, Pemkab Dinilai Tak Tegas

227
0
BERBAGI
Diduga minimarket Alfamart yang berlokasi di Cirebon Gateway depan RS Mitra Plumbon belum mengantongi Izin dari pemerintah Kabupaten Cirebon.

CIREBON (rq) – Tidak adanya ketegasan dari pemerintah Kabupaten Cirebon, terkait Ijin Usaha Toko Modern (IUTM) Alfamart Cirebon Gateway menimbulkan pertanyaan. Salah satu retail terbesar tersebut, sejak beroperasi sampai dengan per saat ini belum mengantongi IUTM sebagaimana yang dipersyaratkan dalam perizinan.

Tim Republiqu, mencoba menelusuri sejauh mana pemerintah kabupaten Cirebon bertindak atas persoalan tersebut. Berdasarkan hasil investigasi, terhitung sejak 18 Mei 2020, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cirebon telah mengeluarkan surat teguran kesatu kepada pihak PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (Alfamart). Namun sampai dengan persaat ini, Alfamart Cirebon Gateway belum juga melakukan penghentian operasional.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah, Rusnata kepada Tim Republiqu mengatakan, petugas dari Satpol PP sudah bergerak sejak adanya pengaduan Alfamart Cirebon Gateway tersebut. Menurutnya, sampai dengan per saat ini, Satpol PP juga masih menunggu hasil rekomendasi dari dinas teknis terkait tindakan yang akan diambil oleh Satpol PP.

“Satpol PP itu bertindak ada SOPnya mas. Tidak asal main tutup saja. Kita punya aturan. Alurnya itu tetap menunggu keputusan dari dinas teknisnya. Bisa ditutup, dihentikan operasionalnya atau tidak. Itu nanti rekomendasinya dari Dinas Perdagangan mas, yang menanganinya. Kita mah hanya pelaksana lapangan,” ujar Rusnata, Rabu (14/10/2020).

Dikatakan Rusnata, Satpol PP sudah bekerja sesuai dengan prosedur. Namun jika ada pihak yang mempertanyakan prosesnya yang terkesan lambat, ia mempersilahkan kepada masyarakat untuk menanyakannya langsung ke dinas teknisnya.

Advertorial

“Kita Satpol PP tidak ada niat sedikit pun untuk menghambat itu mas. Satpol PP sekarang itu tinggal menunggu surat rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Perdangan saja selaku dinas teknisnya. Kalau suruh tutup, ya kami tutup. Jadi masyarakat jangan melulu menyalahkan kami. Kami juga punya prosedur,” tegasnya.

Disinggung mengenai himbauan yang sudah dilakukan Satpol PP terkait persoalan tersebut, Kasi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah, Bambang Wira Atmaja, mengaku telah meminta kepada pihak Alfamart Cirebon Gateway untuk segera mengurus perizinan IUTM sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kami sudah menghimbau kepada pihak Alfamart (Cirebon Gateway, red) agar segera mengurus perizinan itu. Kita juga tidak diam mas. Kalau sampai saat ini belum keluar izinnya, ya kami minta jangan beroperasi dulu. Jadi kita sudah menghimbau. Adapun kenyataannya masih beroperasi, kami masih menunggu sikap dari dinas teknisnya mas,” paparnya.

Terkait regulasi IUTM tersebut, pihak Satpol PP menyarankan untuk menanyakan langsung ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon. Karena menurutnya, yang lebih berkompeten menjelaskan itu adalah dinas yang bersangkutan.

“Masalah peraturan IUTM, mending mas tanya saja langsung ke dinasnya (Disperdagin, red). Kami takut salah karena bukan tupoksi kami. Kalau yang ditanya aturan Satpol PP, kami siap. Intinya kami bekerja sesuai aturan mas, sesuai prosedur. Jadi seperti itu mas. Jelasnya bagaimana, silahkan tanya kesana,” pungkasnya. (is)

LEAVE A REPLY

15 + 9 =