Akhirnya Bupati Cirebon Gusur Warung Prostitusi Jongor Di Wilayah Mundu

Akhirnya Bupati Cirebon Gusur Warung Prostitusi Jongor Di Wilayah Mundu

252
0
BERBAGI
Proses pembongkaran warung prostitusi yang berada di wilayah Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon.

CIREBON (rq) – Setelah puluhan tahun dikeluhkan warga setempat, warung remang-remang Jongor blok Kalijaga, Desa Mundu Pesisir, akhirnya di gusur Pemerintah Kabupaten Cirebon, Rabu (8/7/2020).

Belasan warem tersebut, dirobohkan Satpol-PP Kabupaten Cirebon menggunakan satu unit alat berat, bersama relawan, TNI dan Polri yang disaksikan langsung Bupati Cirebon, H. Imron, berjalan lancar tanpa perlawanan.

Dalam pelaksanaan pembongkaran tersebut, Bupati Cirebon, H. Imron, kepada media mengatakan, pembongkaran berhasil dilakukan berkat kerjasama dari semua pihak yang menolak adanya penyakit masyarakat. Ia berharap tidak ada lagi kegiatan serupa di wilayah manapun.

“Alhamdulillah, akhirnya warem yang disinyalir menyediakan para penjaja seks dan miras tersebut, akhirnya pada hari ini berhasil dilakukan pembongkaran. Ini merupakan sebuah keberhasilan dan kerjasama yang maksimal dari seluruh unsur, dari mulai Satpol PP, TNI, Polri maupun para relawan yang bersatu padu dengan satu misi yaitu mentiadakan hal yang mudharat,” terangnya.

Bupati Cirebon berharap, semoga kedepannya tidak ada lagi tempat maksiat yang akan berdampak pada moral kehidupan Anak Bangsa secara keseluruhan, khususnya di Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Kapolsek Mundu, Ade Subandi mengatakan, pembongkaran tersebut sudah keputusan final dari semua pihak, termasuk Bupati Cirebon yang sangat mendukung untuk segera melakukan penertiban.

“Disini, setiap kali dilaksanakan razia, selalu ditemukan bukti yang memalukan. Bahkan ada yang melakukan prostitusi pada siang hari,” kata Ade.

Sedangkan Camat Mundu, Anwar Sadat mengatakan, adanya oknum yang berani menyewakan tempat tersebut. Saat ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.

“Kita akan melacak oknum ini. Sewanya sekitar 500 ribu sampai 700 ribu. Barang bukti sudah kita serahkan ke kepolisian, ini sudah ranahnya polisi,” ujar Anwar di akhir-akhir pembongkaran.

Anwar juga mengatakan, warung remang-remang yang terdata di Satpol-PP Kabupaten Cirebon, berdasarkan pernyataan mereka ada 14, tapi yang disinyalir sebagai warung remang-remang, ada sekitar 21.

“Kami akan koordinasi dengan BBWS, untuk kelanjutan menata sempadan sungai ini. Jangan sampai kami membangun, tetapi kami disalahkan oleh BBWS,” pungkasnya. (on)

LEAVE A REPLY

19 − 17 =