7 Hari Berlalu, Pelaku Pembunuhan Di Lampu Merah Palimanan Belum Tertangkap

7 Hari Berlalu, Pelaku Pembunuhan Di Lampu Merah Palimanan Belum Tertangkap

3036
0
BERBAGI
Tuti (tengah) istri Almarhum Gunawan Saputra dan kedua orang tua almarhum saat akan menggelar acara tahlilan 7 hari korban dugaan pembunuhan di lampu merah Palimanan.

CIREBON (rq) – Kasus pembunuhan yang menimpa Gunawan Saputra, pria 41 tahun warga desa Lungbenda Kecamatan Palimanan pada Jum’at, 9 April 2021 lalu masih menjadi misteri. Pasalnya setelah 7 hari berlalu, pihak kepolisian masih belum menangkap terduga pelaku yang melarikan diri.

Istri korban, Tuti kepada Republiqu.com saat menggelar tahlilan ke 7 hari almarhum suaminya mengatakan, pihak keluarga sangat berharap pelaku bisa segera ditangkap dan dihukum setimpal atas perbuatannya yang menghilangkan nyawa suaminya tersebut.

“Mintanya keluarga mah, pelaku bisa segera ditangkap. Dihukum yang seberat – beratnya. Hukuman mati atau seumur hidup. Soalnya suami saya dibunuh secara brutal dan sadis. Pelaku seperti tidak punya rasa kemanusian. Suami saya dibacok tanpa ampun sama pelaku,” jelasnya, sesaat sebelum acara tahlilan ke 7 hari almarhum di rumah orang tua almarhum di desa Kedungbunder kecamatan Gempol, Jumat (16/4/2021).

Kepada Republiqu.com, Tuti juga mengungkapkan, ihwal dirinya mendapatkan informasi kejadian yang menimpa suaminya tersebut sekitar pukul 16.30 WIB, dari masyarakat setempat rumah orang tuanya, di desa Kedungbunder.

“Waktu kejadian, sekitar jam setengah 5 ada warga yang datang ke rumah. Katanya suami saya dibacok di lampu merah Palimanan. Waktu itu anak saya yang kecil lagi sakit panas, jadi gak bisa langsung ke lokasi. Terus saya ngasih kabar ke saudara, buat nolongin suami saya. Bapak mertua juga terus ke lokasi buat nolongin,” terangnya.

Sebelumnya : Usai Dimakamkan, Istri Korban Pembacokan di Palimanan Minta Pelaku Segara Ditangkap

Dikatakan Tuti, ia tidak mengetahui persis permasalahan yang menyebabkan suaminya dibunuh secara brutal tersebut. Namun menurutnya ada yang bilang katanya pelaku adalah orang yang kenal dengan korban dan diduga ada kaitannya dengan lapak asongan tempat suaminya berjualan minuman.

“Suami saya memang jarang cerita soal kerjaannya ke saya. Tapi waktu itu sempat bilang katanya ada yang gak seneng sama suami saya. Pedagang minuman juga katanya mah. Cuma saya gak nyangka sampai suami saya dibunuh kaya begini tuh,” ujarnya.

Sementara itu, ayah Korban Gunawan, Aa Sumarna yang saat itu berada di lokasi kejadian mengungkapkan, ia sampai ke lokasi sekitar pukul 17.10 WIB setelah menerima kabar kejadian tersebut dan korban masih terbujur lemas dengan luka sayatan penuh darah di salah satu emperan toko seberang RSIA Khalisah.

“Waktu saya datang ke lokasi, anak saya kondisinya lagi sekarat. Luka bacokan dimana – mana. Baju itu basah mas kena darah semua. Tidak ada warga yang berani nolong. Baru setelah polisi dari polsek Gempol datang, anak saya dilarikan ke Rumah Sakit Khalisah untuk pertolongan pertama, tapi katanya sudah meninggal dan gak sempat tertolong,” ungkapnya.

Dikatakan ayah korban, setelah nyawa anaknya tersebut tidak tertolong, pihak kepolisian dari Polsek Gempol kemudian mengarahkan korban untuk dilakukan autopsi di RSUD Arjawinangun. Namun dari pihak RSUD Ajawinangun merujuk korban kembali ke RS Bhayangkara Indramayu untuk dilakukan autopsi.

“Karena korban sudah meninggal, dari RS Khalisah kemudian jenazah korban diarahkan ke RS Arjawinangun. Tapi dari Arjawinangun dirujuk lagi ke rumah sakit Bhayangkara Indramayu buat autopsi. Jadi korban meninggal itu pas diangkat mau ke RS Khalisah,” jelasnya.

Advertisement

Dilain tempat, kuasa hukum keluarga korban Hendra Putra Hidayatullah S.H.I dari LBH GMBI Biro Hukum Distrik Cirebon Raya mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dugaan kasus pembunuhan yang menimpa Gunawan Saputra tersebut.

“Terkait dugaan kasus pembunuhan di Palimanan, kami dari LBH GMBI Biro Hukum Distrik Cirebon Raya meminta dan mendorong kepada institusi Kepolisian Resort Kota Cirebon cq. Polsek Gempol untuk mengusut tuntas kejadian tersebut dan segera menangkap para pelaku,” tegasnya.

Hendra juga mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus dugaan pembunuhan tersebut sampai dengan tuntas, serta meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon dan Pengadilan Negeri Sumber, untuk memberikan hukuman yang seberat – beratnya kepada para pelaku dugaan pembunuhan tersebut. (is/ta)

- Advertisement -