Anggota DPRD Yoga Setiawan, Kritik Pengawasan Disdik Cirebon

Anggota DPRD Yoga Setiawan, Kritik Pengawasan Disdik Cirebon

494
0
SHARE
Yoga Setiawan (kiri) Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Fraksi Hanura menyikapi musibah yang terjadi di SMPN 2 Plumbon.

CIREBON (R) – Pasca ambruknya 2 bangunan kelas SMPN 2 Plumbon, mendapat perhatian berbagai pihak. Kelalaian yang menyebabkan musibah, disinyalir kerap sekali terjadi. Diduga kuat, dikarenakan kurangnya perhatian dan pengawasan dari institusi terkait, terutama Dinas Pendidikan.

Menyikapi persoalan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Cirebon Fraksi Hanura, Yoga Setiawan menyayangkan insiden tersebut. Menurutnya kejadian itu bisa diantisipasi jika semua elemen, terutama dinas pendidikan dan sekolah mampu menginventarisir bangunan – bangunan yang sudah tidak layak fungsi tersebut. Sehingga, menurutnya, kejadian seperti itu bisa dicegah diawal, tanpa harus menunggu musibah yang tak diinginkan terjadi.

“Saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Yang jelas ini adalah salah satu bukti, tidak adanya koordinasi yang baik antara pihak sekolah dengan pemerintah. Jika memang resiko itu sudah diketahui di awal, harusnya bisa dicegah. Kalau sudah seperti ini, siapa yang mau bertanggung jawab. Apa harus menunggu ada korban jiwa, baru kemudian ada penanganan ?,” ungkap Yoga.

Ia juga mempertanyakan, apakah selama ini ada data kongkrit yang dimiliki pemerintah, melalui dinas terkait, mengenai kondisi sekolah yang sudah tidak layak fungsi itu ?. Sudah sejauh mana penanganannya ?. Apakah totalnya itu banyak, sehingga perlu waktu yang panjang untuk menyelesaikannya ?.

“Masalah pendidikan tentu bukan urusan pemerintah semata. Kami juga sebagai wakil rakyat, tentu punya kewenangan untuk mempertanyakan mekanismenya seperti apa. SMPN 2 Plumbon adalah wilayah dapil saya. Tentu konstituen yang saya wakili juga berada di wilayah itu. Jadi wajar jika saya mempertanyakan bagaimana pengawasannya, sampai bisa terjadi seperti itu,” jelasnya.

Yoga berharap, dengan terjadinya insiden tersebut, pemerintah melalui Dinas Pendidikan, bisa lebih serius dalam menangani bangunan yang sudah tidak layak fungsi. Sehingga kedepan, tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa siswa siswi di berbagai sekolah se – Kabupaten Cirebon.

“Apapun alasannya, musibah tersebut tidak boleh terjadi lagi. Berbeda jika urusannya soal bencana, siapa yang bisa memprediksi terjadinya bencana ?. Yang pasti saya berharap, Disdik harus bisa mengkroscek semua sekolah yang masih layak dan mana yang tidak layak fungsi. Jika ada yang tidak layak, Disdik harus berkoordinasi dengan pemerintah, bisa juga melalui dewan terkait. Kenapa saya katakan demikian, karena agar tidak terjadi lagi hal seperti ini di kemudian hari. Musibah ini adalah pelajaran untuk kita semua, baik selaku legislatif dan juga eksekutif,” pungkasnya (is/ta)

LEAVE A REPLY

4 × two =