Waspada Kekeringan, BPBD Himbau Hemat Air Bersih

Waspada Kekeringan, BPBD Himbau Hemat Air Bersih

205
0
SHARE
H. Eman Sulaiman, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon.

CIREBON (R) – Musim kemarau telah tiba. Ancaman kekeringan dan krisis air bersih, mulai dirasakan di beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cirebon, dari 40 Kecamatan yang tersebar di wilayahnya, 35 persen diantaranya adalah daerah rawan bencana kekeringan dan krisis air bersih.

Kepala seksi kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, H. Eman Sulaiman mengatakan, ancaman kekeringan, krisis air bersih dan air minum sudah mulai terjadi. Pasalnya hari tanpa hujan di Kabupaten Cirebon sudah berlangsung kurang lebih 2 bulan terakhir.

“Kami dari BPBD sudah mulai melakukan langkah – langkah pereventif dengan melakukan pendataan. Juga melayangkan surat ke kecamatan – kecamatan untuk segera melaporkan desanya yang berpotensi kekeringan atau sudah mengalami krisis air bersih serta air minum. Agar kami proses untuk bisa di berikan bantuan,” terangnya.

H. Eman menjelaskan, untuk saat ini BPBD sudah mendapat informasi bahwa sudah ada 2 desa yang telah melaporkan diri telah terjadi kekeringan dan krisis air bersih, yaitu desa Gebang Ilir kecamatan Gebang dan desa Sedong kecamatan Sedong.

“Untuk saat ini, kami akan menindaklanjuti informasi yang sudah masuk dan segera melakukan pengiriman bantuan air untuk desa Gebang Ilir. Karena sudah ada 2 blok yang telah melaporkan kekurangan air, yaitu blok Balong dan blok Perumahan yang memang sudah kekurangan air,” jelasnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini pihak BPBD juga masih menunggu rapat dari pemerintah provinsi Jawa Barat dengan dinas – dinas terkait. Itu dilakukan untuk menentukan masa kedaruratan bencana kekeringan dan krisis air bersih.

“Dari keputusan itu nanti kita tindaklanjuti dengan surat keputusan Bupati Cirebon. Surat itu kemudian kita jadikan dasar untuk memberikan bantuan kepada daerah – daerah yang mengalami bencana kekeringan dan krisis air bersih serta air minum,” tuturnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat, agar menghemat penggunaan air bersih. Pasalnya diperkirakan musim kemarau akan lebih lama dibandingkan tahun kemarin. Ia juga meminta agar masyarakat segera melaporkan, apabila daerahnya sudah mengalami krisis air. Sehingga pihaknya dapat segera menindaklanjuti dengan memeberikan bantuan yang dibutuhkan. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

five × 1 =