Cuaca Ekstrim Diprediksi Sampai Maret, BPBD Himbau Masyarakat Waspada

Cuaca Ekstrim Diprediksi Sampai Maret, BPBD Himbau Masyarakat Waspada

285
0
SHARE
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, menjelaskan perihal kesiapsiagaan menghadapi bencana akibat cuaca ekstrim.

CIREBON (R) – Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Cirebon akhir – akhir ini, menyebabkan sebagian wilayah mengalami musibah. BPBD Kabupaten Cirebon meminta kepada masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang nanti ditimbulkan, akibat cuaca buruk tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra mengatakan, BPBD Kabupaten Cirebon memiliki 3 fungsi utama yaitu, fungsi komando, koordinasi dan fungsi pelaksanaan. BPBD juga menetapkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di mulai bulan Oktober 2018 lalu.

“Ini tidak terlepas dari fungsi koordinasi. Karena kami juga bukan manusia super, yang segalanya mampu kami lakukan. Tapi intinya, kami sudah siap, baik tenaga dan sarana prasarana yang kami miliki, untuk membantu masyarakat yang terdambak bencana akibat cuaca buruk seperti saat ini,” katanya.

Ia memaparkan, mengenai cuaca ekstrim seperti sekarang ini, BPBD memprediksi kondisi tersebut masih akan terjadi 2 bulan kedepan. Sehingga masih ada kemungkinan terjadi hujan lebat yang di sertai angin kencang.

“Cuaca memang sangat sulit di prediksi. Terkadang bisa berubah dengan cepat. Hujan bisa saja turun dengan lebat. Terkadang juga dibarengi angin kencang dan memicu terjadinya angin puting beliung. Makanya kita semua tetap waspada mengenai hal itu. Ombak tinggi di laut Cirebon juga di prediksi masih akan terjadi. Maka kami menghimbau untuk para nelayan untuk senantiasa berhati-hati,” jelasnya.

Ia menambahkan, anggaran yang dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk penanggulangan bencana di nilai masih sangat kurang. Pasalnya Kabupaten Cirebon termasuk daerah rawan bencana.

“Dengan anggaran 2,7 milyar pertahun kami kira ini masih kurang. Sebab tingkat ancaman terjadinya bencana khususnya Kabupaten Cirebon masih cukup tinggi. Semoga saja kedepan pemerintah, baik daerah, provinsi maupun pusat, bisa memperhatikan kondisi kami disini,” tandasnya.

Sementara itu kepala bidang Linjamsos Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, H. Wudi mengatakan, peran Dinas Sosial dalam penanganan bencana, lebih menitikberatkan pada penanganan pasca bencananya.

“Dalam permasalahan bencana alam, kami lebih banyak mengurusi pasca bencananya. Kami memiliki relawan yang siap dikerahkan untuk membantu para kornan. Kami juga memiliki mobil dapur umum yang siap diterjunkan dan juga bantuan – bantuan, terkait kebutuhan para korban yang terdampak bencana tersebut,” pungkasnya. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

20 − seventeen =