“Warga Sutawinangun Menolak Keras Hasil Pilwu”

“Warga Sutawinangun Menolak Keras Hasil Pilwu”

896
0
SHARE
Kumpulan warga Sutawinangun yang menolak hasil pilwu desa Sutawinangun. Mereka menduga ada money politic yang diduga dilakukan timses atau pendukung calon kuwu terpilih.

CIREBON (R) – Sebagian masyarakat desa Sutawinangun kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, kecewa dan menolak hasil pemilihan kuwu serentak yang diselenggarakan 27 Oktober 2019 lalu. Pasalnya banyak masyarakat yang menduga, ada politik uang (money politik), yang dilakukan calon kuwu sebelum proses pencoblosan dilaksanakan.

Sekelompok masyarakat yang kecewa tersebut melakukan penandatanganan petisi dan memasang spanduk menolak hasil pemilihan kuwu desa Sutawinangun dalam pilwu serentak tahun 2019.

Luki selaku masyarakat desa Sutawinangun mengatakan, pihaknya secara tegas menolak hasil pemilihan kuwu desa Sutawinangun. Menurutnya terdapat dugaan money politik dalam pelaksanaan pilwu tersebut.

“Kami menolak hasil pilwu, karena kami menduga adanya indikasi tindakan kecurangan dalam pelaksanaanya, yaitu dugaan adanya money politik yang sangat menodai demokrasi yang ada di desa kami,” tegasnya.

Senada dengan Luki, warga Sutawinangun lainnya Untung S. menambahkan, aksi penolakan tersebut berdasarkan adanya pelanggaran surat kesepakatan yang di tanda tangani seluruh calon kuwu. Ia mengatakan salah satu poinnya, mengenai kesepakatan tidak menggunakan politik uang dalam pemilihan kuwu desa Sutawinangun.

“Kami menolak hasil pilwu ini atas dasar kesepakatan dari lima calon kuwu Sutawinangun. Sehingga kami menduga adanya indikasi kecurangan yang tersistematis. Kami mewakili masyarakat dan pemuda Sutawinangun, jelas menolak hasil pemilihan ini,” terangnya.

Ia juga memaparkan, selain dugaan adanya politik uang, pihaknya juga menduga adanya pengumpulan surat undangan pemilih. Sehingga, menurutnya ada sebagian masyarakat yang tidak bisa menyalurkan suaranya.

“Disini juga dari informasi yang kami dapat dari masyarakat, terkait adanya dugaan pengumpulan undangan pencoblosan oleh salah satu oknum. Sehingga ada beberapa orang tidak dapat mencoblos karena tidak mendapatkan undangan,” tegasnya.

Untung juga menambahkan, selain petisi penolakan hasil pilwu, ia juga mengatakan adanya surat pengajuan keberatan, dari ke 4 calon kuwu, perihal dugaan pelanggaran perjanjian surat kesepakatan bersama seluruh calon kuwu Sutawinangun.

“Kita kembali lagi ke kesepakatan lima calon yang tadi. Jelas – jelas mereka sepakat untuk tidak money politik. Jadi jelas ke empat calon tersebut kecewa. Makanya mereka melakukan keberatan dan banding,” terangnya.

Pihaknya, dalam hal ini juga akan melakukan uapaya hukum sesuai perundang – undangan yang berlaku. Serta aturan yang ada mengenai pemilihan kuwu. Sehingga persoalan tersebut menemui titik terang.

“Kami berharap dengan permasalahan ini bisa menjadi pembelajaran bagi kami. Sehingga kedepannya tidak terjadi seperti ini. Dengan ini masyarakat merasa di bohongi, terdzolimi karena money politik itu menjadi awal kehancuran desa kita,” pungkasnya. (tim)

LEAVE A REPLY

one × five =