Walim: Hasil Pilwu Desa Kalibaru Cacat Hukum

Walim: Hasil Pilwu Desa Kalibaru Cacat Hukum

931
0
BERBAGI

Cirebon (R) – Sengketa pemilihan kuwu (pilwu) desa Kalibaru Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon terus bergulir di meja sidang PN Sumber, Selasa (10/4/2018).

Pengacara penggugat, Walim SH mengatakan, panitia pelaksana pemilihan kuwu telah melakukan banyak kesalahan dan melanggar Peraturan Bupati Cirebon nomor 60 tahun 2017 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kuwu di Kabupaten Cirebon.

“Peraturan Perbup itu dijadikan dasar hukum pelaksanaannya pilwu. Semua sudah diatur di dalamnya. Baik soal mekanisme pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian kuwu. Semua ada tatacaranya. Panitia seharusnya paham tentang peraturan itu,” ujarnya.

Walim menerangkan, dalam Perbup nomor 60 Tahun 2017 pasal 54 ayat (2) di jelaskan, alasan – alasan yang menyebabkan surat suara tidak sah, diberitahukan pada saksi calon pada saat penghitungan suara.

“Kenapa saya bilang hasil pilwu Kalibaru cacat hukum, karena panitia telah melakukan kesewenang – wenangan dengan tidak memperhatikan pasal 54 ayat (2). Dalam pelaksanaan pemungutan suara, ada dua surat suara yang telah disepakati rusak dan dianggap tidak sah, seharusnya panitia tidak menjadikan surat suara rusak tersebut, untuk memenangkan salah satu calon,” terangnya.

Dikatakan Walim, keputusan panitia pilwu meralat surat suara yang rusak, dianggap sebagai suatu pelanggaran. Panitia seolah – olah berpihak kepada calon kuwu yang menang, dengan memanfaatkan surat suara yang rusak tersebut.

“Jika awal penghitungan sudah disepakati surat suara rusak, kenapa setelah hasil penghitungan suara imbang atau draw, dua surat suara yang rusak itu diteliti lagi. Padahal panitia dan para saksi, sudah menyepakati surat yang rusak tersebut tidak sah. Ini kan lucu. Surat suara sobek atas nama Handy Riyanto dinyatakan tidak sah. Sementara atas nama Santosa dinyatakan sah. Ada apa ?,” katanya.

Ditambahkan Walim, dalam persidangan yang selama ini bergulir di PN Sumber, panitia pilwu belum bisa membuktikan keputusan kemenangan calon kuwu nomor dua Santosa, kepada hakim. Dalam prosesnya, panitia selaku tergugat, selalu beralibi semua prosesnya sudah sesuai prosedur dan tahapan pilwu.

“Saya yakin 90 persen, penilaian hakim dapat memenangkan permohonan penggugat. Bahkan berdasarkan fakta di persidangan, para saksi tergugat tidak mampu membuktikan tuduhan pelanggaran itu,” tegasnya.

Dirinya berharap, setelah hampir 5 bulan berproses di persidangan, keputusan hakim dapat mengabulkan permohonan penggugat Handy Riyanto seluruhnya.

“Sesuai jadwal agenda persidangan, putusan pengadilan akan diumumkan pada 16 Mei 2018. Mudah – mudahan setelah permasalahan ini selesai, bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah Kabupaten Cirebon, untuk lebih ketat mengawasi jalannya pemilihan kuwu,” pungkasnya. (NR)

LEAVE A REPLY

eighteen − 13 =