Upah Tukang Belum Dibayar, Yoga Kritisi Pemenang Tender Proyek RSUD Waled

Upah Tukang Belum Dibayar, Yoga Kritisi Pemenang Tender Proyek RSUD Waled

458
0
BERBAGI
Yoga Setiawan, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan Partai Hanura.

CIREBON (rq) – Terkait belum dibayarkannya upah para pekerja bangunan di Proyek RSUD Waled, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Yoga Setiawan, mengkritisi perusahaan pemenang tender senilai milyaran rupiah tersebut.

Ia sangat menyayangkan persoalan tersebut bisa terjadi dan menimpa para pekerja bangunan. Padahal menurutnya, untuk nilai proyek sebesar itu, tentunya melalui mekanisme seleksi lelang yang ketat. Ia pun lantas mempertanyakan bagaimana proses seleksi lelangnya, apakah sudah sesuai.

“Secara resmi, kami di Komisi IV memang belum menerima laporan itu mas. Dari informasi yang saya terima, katanya yang belum dibayar sekitar Rp 35 jutaan lagi dari total Rp 70 jutaan. Jelas saya sangat miris dengernya mas. Perusahaan besar seperti itu kok bisa bermasalah dengan pekerjanya soal pembayaran upah,” ujarnya, saat dikonfirmasi media Republiqu. com, Minggu (1/11/2020).

Terkait mekanisme lelang, Yoga pun mempertanyakan, apakah pemilihan perusahaan pemenang tender tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Pasalnya ia menduga, persoalan tenaga kerja tersebut, tidak lepas kaitannya dengan kondisi kesehatan keuangan perusahaan yang memenangkan tender.

“Setahu saya mas, perusahaan pemenang tender itu, kondisi keuangannya harus sehat. Terus juga harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan. Ada standar – standarnya. Tidak asal – asalan. Apalagi nilai proyeknya sampai puluhan miliar, mestinya sih lebih ketat lagi proses penyeleksiannya,” paparnya.

Terkait persoalan tersebut, Yoga mempersilahkan kepada para pihak yang berkepentingan untuk mengadukannya ke DPRD Kabupaten Cirebon. Menurutnya melalui kewenangan legislatif, nantinya para pihak akan dimintai keterangan perihal permasalahan yang sedang terjadi di proyek RSUD Waled Kabupaten Cirebon tersebut.

Advertorial

“Sebagai anggota perwakilan rakyat tentunya Komisi IV akan mencari solusi terbaiknya seperti apa. Karena ini urusannya bukan hanya soal perusahaan, tetapi juga ada proyek pemerintah di dalamnya yang melibatkan tenaga kerja setempat. Kami harap semoga permasalahan ini bisa segera diselesaikan,” tegasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, puluhan pekerja bangunan di proyek RSUD Waled Kabupaten Cirebon, menuntut perusahaan kontraktor pekerjaan tersebut, segera membayar upahnya kepada para pekerja. Pasalnya, berdasarkan informasi dari para pekerja, sejak tiga minggu terakhir, upahnya tidak dibayarkan oleh perusahaan.

Erik selaku koordinator juga sebagai salah satu kepala tukang mengatakan, pihak perwakilan pekerja sudah berkomunikasi dengan perusahaan. Bahkan, menurutnya perusahaan juga menyanggupi akan melunasi upah pekerja bangunan pada Sabtu, 24 Oktober 2020 kemarin. Tapi kenyataannya sampai dengan per saat ini, belum juga ada pembayaran pelunasan dari pihak perusahaan. (is)

LEAVE A REPLY

eleven + one =